Lepas Jamaah Haji, Menteri PU Dody Hanggodo Singgung ‘Ujian Sunyi’ di Balik Ibadah

Jakarta, Pradanamedia – Pelepasan calon jamaah haji Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun 2026 tak sekadar seremoni formal. Di Masjid As-Salam, Selasa (21/4), Dody Hanggodo justru menyoroti dimensi yang jarang disinggung: haji sebagai ruang pembongkaran niat, bukan sekadar perjalanan ritual.
Di hadapan para calon jamaah, Dody menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya soal kesiapan administratif atau logistik. Ia menyebut ada “proses sunyi” yang akan dihadapi setiap individu—fase ketika seseorang dipaksa berhadapan dengan dirinya sendiri, menguji ketulusan niat dan daya tahan mental di tengah tekanan fisik yang tidak ringan.
Pernyataan ini muncul di tengah realitas bahwa pelaksanaan haji kerap dipersepsikan sebagai agenda seremonial tahunan. Padahal, di baliknya, terdapat tantangan kompleks mulai dari kondisi cuaca ekstrem hingga kepadatan aktivitas yang menuntut kesiapan fisik dan psikologis secara bersamaan.
Dody juga mengingatkan soal aspek yang kerap dianggap sepele namun krusial: kesehatan. Ia menegaskan bahwa tanpa disiplin menjaga kondisi tubuh dan pola hidup, rangkaian ibadah berisiko tidak berjalan optimal. Pesan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kesiapan haji tak bisa hanya bergantung pada sistem penyelenggaraan, tetapi juga tanggung jawab personal masing-masing jamaah.
Kementerian PU sendiri memastikan dukungan moral bagi para jamaah, seraya berharap seluruh peserta dapat menuntaskan rangkaian ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur. Namun di luar itu, pesan yang mengemuka justru lebih dalam: perjalanan ini bukan sekadar menuju Tanah Suci, melainkan proses menguji ulang makna ibadah itu sendiri. (AK)






