Antrean BBM di Palangka Raya Masih Panjang, Gangguan Pasokan Pertalite Picu Penumpukan Kendaraan

Palangka Raya, Pradanamedia – Antrean panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya pada Jumat (8/5). Hasil investigasi di lapangan menunjukkan antrean dipicu terganggunya distribusi beberapa jenis BBM, khususnya Pertalite dan Pertamax, sehingga pengisian terfokus pada jenis BBM yang masih tersedia.
Di SPBU Jalan Rajawali Km 1, antrean kendaraan mulai terlihat sejak pagi. Pengisian Pertalite dilaporkan mengalami gangguan, sementara layanan lebih banyak terpusat pada BBM jenis Pertamax. Kondisi itu membuat antrean kendaraan roda dua diperkirakan mencapai sekitar 500 meter dan roda empat sekitar 300 meter.
Meski demikian, aktivitas pengisian tetap berjalan menggunakan dua jalur pengisian untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Pihak SPBU juga menerapkan pembatasan nominal pembelian guna mengurangi penumpukan kendaraan dan menjaga distribusi tetap berjalan.
Untuk kendaraan roda dua, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp80 ribu dan Pertamax Rp150 ribu. Sementara kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp300 ribu untuk Pertalite dan Rp500 ribu untuk Pertamax.
Petugas SPBU turut menolak kendaraan roda dua yang menggunakan tangki modifikasi. Pengaturan antrean dibantu sejumlah relawan guna mengurai kepadatan kendaraan di area pengisian BBM.
Dari hasil pemantauan, belum ditemukan aktivitas pelangsiran maupun pengecer di lokasi SPBU tersebut. Situasi keamanan dan lalu lintas di sekitar lokasi dilaporkan tetap ramai namun masih terkendali.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di SPBU Jalan Cilik Riwut Km 12. Di lokasi ini, stok Pertalite dan Pertamax dilaporkan habis sejak pagi dan menunggu pengiriman ulang yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 17.00 WIB.
Akibat kosongnya dua jenis BBM tersebut, pengisian hanya melayani Dexlite dengan satu jalur pengisian. Antrean didominasi kendaraan truk dan angkutan besar yang melakukan pengisian solar nonsubsidi.
Petugas di lokasi juga tetap menerapkan pengawasan terhadap kendaraan dengan tangki modifikasi. Dari hasil monitoring aparat, tidak ditemukan aktivitas pelangsiran maupun gangguan keamanan selama kegiatan pengisian berlangsung.
Situasi di dua SPBU tersebut memperlihatkan bahwa antrean BBM di Palangka Raya saat ini bukan hanya dipengaruhi tingginya konsumsi masyarakat, tetapi juga akibat distribusi yang belum merata pada beberapa jenis BBM tertentu. Ketika satu jenis BBM mengalami gangguan atau keterlambatan pasokan, kendaraan otomatis terkonsentrasi pada SPBU maupun produk BBM yang masih tersedia.
Kondisi itu menyebabkan antrean cepat terbentuk meskipun aktivitas pengisian tetap berjalan normal dan stok BBM tertentu masih tersedia di sebagian SPBU. (AK)






