Senyap Tapi Sarat Makna: Kunjungan Komisi II DPR RI ke Kalteng Buka Jalur Aspirasi Daerah

Palangka Raya — Di balik suasana santai makan malam, terselip agenda strategis yang tak bisa dipandang sebelah mata. Pertemuan ramah tamah antara tim Komisi II DPR RI dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, unsur Forkopimda, serta ATR/BPN, Rabu malam (22/4/2026), menjadi panggung awal konsolidasi pusat dan daerah dalam mengurai berbagai persoalan krusial.
Bertempat di Hotel Swiss-Belhotel Danum, kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB ini bukan sekadar seremoni biasa. Ini adalah sinyal bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Kalimantan Tengah mulai menemukan momentumnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN RI, Ossy Dermawan, bersama rombongan. Turut mendampingi, Ketua Tim Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda. Sementara dari unsur daerah, Gubernur Kalteng diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah, dengan kehadiran perwakilan Kapolda, Pangdam, Kabinda, hingga Kejati. Total sekitar 50 undangan ikut dalam forum tersebut.
Rangkaian acara berlangsung sederhana namun padat makna. Dimulai dari pembukaan, sambutan Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Kalteng, doa bersama, hingga ditutup dengan makan malam dan sesi dialog santai.
Namun di balik format yang cair, tersimpan harapan besar. Dalam sambutannya, PJ Sekda Kalteng menegaskan bahwa kehadiran langsung jajaran Komisi II DPR RI menjadi angin segar bagi Kalimantan Tengah—wilayah yang selama ini dinilai belum terlalu sering disentuh agenda kerja legislatif tingkat pusat.
“Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi momentum penting untuk mempercepat komunikasi dan memperjuangkan kebutuhan daerah,” menjadi garis besar pesan yang disampaikan.
Lebih jauh, pertemuan ini diharapkan mampu membuka ruang koordinasi yang lebih konkret, khususnya dalam hal kebijakan pertanahan, tata ruang, hingga dukungan pembangunan yang selama ini masih menghadapi berbagai hambatan administratif dan struktural.
Kegiatan berakhir pada pukul 21.10 WIB dalam suasana hangat namun penuh ekspektasi.
Kini publik menanti, apakah pertemuan ini akan benar-benar berujung pada langkah nyata, atau kembali menjadi catatan seremonial tanpa tindak lanjut.Pradanamedia mencatat—Kalteng tidak butuh sekadar kunjungan. Yang dibutuhkan adalah keputusan. (AK)






