Sujud Terakhir Sang Imam: Wafat di Mihrab, Duka Menyelimuti Jemaah Depok

Depok, Pradanamedia – Suasana khusyuk salat Subuh di Masjid Jami Baitur Rahman, Rangkapan Jaya, mendadak berubah menjadi kepanikan. Adnan (63), imam yang memimpin ibadah pagi itu, tiba-tiba goyah di rakaat kedua. Tepat menjelang sujud terakhir, tubuhnya roboh di hadapan jemaah.
Beberapa orang di saf terdepan spontan bergerak cepat. Salat yang semula hening berubah menjadi upaya penyelamatan. Korban segera dievakuasi ke klinik terdekat dengan harapan nyawanya masih bisa diselamatkan. Namun takdir berkata lain—Adnan mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat mendapat penanganan medis.
Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Hartono, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda mencolok sebelumnya. Kejadian ini pun meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi jemaah yang menyaksikan langsung detik-detik sang imam jatuh di mihrab.
Kepergian Adnan bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin salat. Bagi warga Kampung Kekupu dan lingkungan sekitar, ia adalah figur yang lekat dengan kehidupan spiritual masyarakat. Wafatnya di tempat ibadah, saat memimpin salat, menghadirkan duka sekaligus perenungan tentang kefanaan hidup.
Di masjid yang sama, tempat ia biasa berdiri memimpin jemaah, kini tersisa ruang hening—menyimpan kenangan tentang seorang imam yang menutup hidupnya dalam sujud. (AK)






