
PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah berdampak pada jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII. Pemerintah Provinsi Kalteng memutuskan menunda ajang olahraga tersebut hingga awal November 2026 dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran membenarkan penundaan tersebut saat menghadiri upacara Hari Jadi Kabupaten Kotawaringin Barat di halaman Kantor Bupati Kobar, Selasa (6/10/2026). Ia menyampaikan bahwa Porprov dijadwalkan kembali berlangsung pada awal November mendatang.
“Benar, kita tunda karena karhutla. Insyaallah kita laksanakan awal November,” ujar Agustiar.
Penyesuaian jadwal ini dilakukan di tengah upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung. Selain kesiapan penyelenggaraan, kondisi udara akibat kabut asap menjadi perhatian mengingat Porprov akan melibatkan ribuan atlet, ofisial, panitia, serta masyarakat yang menyaksikan pertandingan.
Bagi para atlet dari kabupaten dan kota se-Kalteng, perubahan jadwal tersebut berarti penyesuaian kembali terhadap program latihan dan persiapan pertandingan. Meski demikian, kepastian kondisi yang lebih aman menjadi pertimbangan penting sebelum kegiatan olahraga berskala provinsi itu dilaksanakan.
Porprov XIII bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan, meraih prestasi, dan membawa nama daerah masing-masing. Karena itu, kesiapan peserta perlu berjalan seiring dengan kondisi lingkungan yang mendukung selama pertandingan.
Di sisi lain, penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan yang perlu mendapat perhatian serius. Upaya pemadaman dan pencegahan di wilayah terdampak diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara sebelum kegiatan olahraga tersebut dimulai.
Penundaan ini tidak berarti Porprov XIII dibatalkan. Pemerintah menargetkan pelaksanaannya tetap berlangsung pada awal November 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi karhutla.
Dengan bergesernya jadwal, penyelenggara perlu memastikan kesiapan teknis dan koordinasi antarpihak tetap terjaga. Harapannya, Porprov XIII dapat berlangsung dengan lancar, sekaligus memberikan ruang bagi para atlet untuk bertanding dalam kondisi yang lebih aman dan kondusif. (AK)










