Kapolda Kalteng Dorong Polri Lebih Adaptif, Teknologi dan Data Jadi Kunci Penegakan Hukum Masa Depan

PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA — Tantangan kepolisian ke depan tidak lagi cukup dijawab dengan pola kerja konvensional. Perubahan teknologi, perkembangan kejahatan siber hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang transparan menuntut lahirnya kepemimpinan Polri yang mampu membaca masa depan.Pesan tersebut mengemuka saat Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menerima Tim Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri dalam penelitian tahap II di Aula Arya Dharma, Mapolda Kalteng, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri Analis Kebijakan Utama Bidang Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Drs. Agus Djaka bersama jajaran tim penelitian itu turut diikuti Wakapolda, pejabat utama serta personel Polda Kalteng.Kapolda Kalteng menilai penelitian tersebut bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian penting dalam mengevaluasi sekaligus memperkuat arah pembenahan institusi kepolisian menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Menurutnya, pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan mengambil keputusan strategis, kecerdasan emosional, komunikasi efektif, kemampuan membangun dan memimpin tim, serta cepat beradaptasi terhadap perubahan.
Tidak kalah penting, seorang pemimpin dituntut memiliki visi, kemampuan berpikir strategis, mampu memanfaatkan teknologi, memiliki empati dan orientasi pelayanan, serta mempunyai ketahanan mental yang kuat.Polisi masa depan harus bergerak lebih cepat daripada perubahan yang dihadapinya.
Profesionalitas dan kecerdasan harus berjalan beriringan dengan moral. Teknologi boleh semakin maju, tetapi etika dan integritas tidak boleh tertinggal.
Dalam forum tersebut, Kapolda juga menegaskan pentingnya penelitian Sespim sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat peran Polri, khususnya dalam menghadirkan penegakan hukum yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Tim Penelitian Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Agus Djaka mengungkapkan lima rekomendasi penting yang menjadi hasil pembahasan mengenai kepemimpinan Polri masa depan.
Kelima rekomendasi tersebut meliputi penguatan pola pikir futuristik, pengambilan keputusan berbasis data atau data-driven decision making, dukungan terhadap penanganan cybercrime dan penerapan smart policing, penegakan hukum yang modern, transparan dan berkeadilan, serta penguatan pendidikan Sespim Lemdiklat Polri secara berkelanjutan.
Arah tersebut menunjukkan bahwa wajah kepolisian ke depan dituntut semakin adaptif. Pengambilan keputusan tidak hanya bertumpu pada pengalaman, tetapi juga harus diperkuat oleh data, teknologi dan kemampuan membaca perkembangan ancaman.
Bagi Polda Kalteng, penelitian ini menjadi momentum untuk melihat kembali kesiapan organisasi menghadapi perubahan zaman. Sebab, penegakan hukum modern bukan hanya soal seberapa cepat aparat bertindak, tetapi juga seberapa tepat, transparan dan adil setiap langkah yang diambil.
Pada akhirnya, kepemimpinan Polri yang kuat bukan sekadar mampu mengendalikan situasi hari ini, tetapi juga mampu menyiapkan institusi menghadapi persoalan yang belum terjadi.Polri dituntut bukan hanya hadir ketika masalah muncul, tetapi mampu membaca ancaman sebelum menjadi persoalan besar. (AK)





