PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

LOKAL PEMERINTAHAN

Kalteng Belum Naik Status Tanggap Darurat, Satgas Karhutla Perkuat Pasukan dan Peralatan

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA— Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah belum menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi di lapangan yang dinilai masih terkendali, sementara aktivitas masyarakat, pendidikan, pemerintahan hingga perekonomian tetap berjalan normal.

Penegasan itu disampaikan dalam konferensi pers penanganan Karhutla Kalteng 2026 yang digelar Pemprov Kalteng bersama TNI dan Polri di Mapolda Kalteng, Senin (24/8/2026).

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan pengendalian karhutla terus dilakukan melalui kerja bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, relawan serta berbagai unsur terkait. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat.

Data akumulasi sejak Januari 2026 menunjukkan terdapat 22.203 hotspot dan 1.739 fire spot, dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 7.634 hektare. Dalam pemantauan harian, tercatat 858 hotspot dan 53 fire spot dengan tambahan luas lahan terbakar sekitar 190,96 hektare.

Sejumlah wilayah menjadi titik perhatian, di antaranya Kabupaten Kotawaringin Timur dengan luas lahan terbakar sekitar 1.686 hektare, Kotawaringin Barat 508,5 hektare, Kota Palangka Raya 484,2 hektare dan Barito Timur 14,7 hektare.

Meski kondisi kemarau dan fenomena El Nino 2026 tergolong kuat, Pemprov Kalteng menilai situasi saat ini masih dapat dikendalikan. Status Tanggap Darurat belum diberlakukan karena penetapannya memiliki konsekuensi terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, penguatan pasukan terus dilakukan. Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan menyebut personel gabungan terus dikerahkan untuk mempercepat pemadaman, khususnya di wilayah Kota Palangka Raya. Sekitar 29 kelompok relawan pemadam api dengan total kurang lebih 120 personel telah disebar di sejumlah kawasan rawan.

Penguatan juga dilakukan dari sisi peralatan. Sebanyak 149 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 100 kendaraan tangki air telah didistribusikan ke kabupaten/kota yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Dukungan pemerintah pusat pun kembali diperkuat pascakunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Tengah. Bantuan yang disiapkan antara lain ratusan pompa air beserta perlengkapannya, alat berat, masker, alat pelindung diri, drone, chainsaw, gas mask hingga perlengkapan pendukung lainnya.

Pemprov Kalteng bersama TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, relawan dan masyarakat kini dituntut tidak hanya bergerak ketika api sudah membesar. Pencegahan menjadi langkah penting, termasuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Pesannya jelas: status masih Siaga Darurat, tetapi kesiapsiagaan tidak boleh ikut siaga. Api harus dipadamkan sebelum membesar, dan pencegahan harus dilakukan sebelum bencana meluas. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *