Gubernur Agustiar Sabran Gelar Silaturahmi Akbar dengan Tokoh Nasrani: Soliditas Terjaga, Pembangunan Makin Ngebut!

Palangka Raya , Pradanamedia – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa begitu kental saat Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bersilaturahmi langsung dengan para tokoh dan pemuka agama Nasrani.
Bukan sekadar basa-basi atau kunjungan seremonial, momen ini menjadi bukti nyata bahwa kepala daerah sangat menghargai keberadaan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan. Di hadapan para tokoh agama, Agustiar Sabran menegaskan dengan lantang bahwa kerukunan adalah aset tak ternilai yang harus dijaga mati-matian.
Baginya, toleransi bukan hanya jargon di atas kertas, melainkan nyawa dari setiap pembangunan yang sedang digenjot maksimal di Bumi Tambun Bungai ini. “Selama kita rukun, damai, dan saling menghormati, tidak ada satu pun masalah yang tidak bisa kita selesaikan bersama.
Kestabilan ini adalah kunci utama agar investasi masuk, ekonomi tumbuh, dan masyarakat sejahtera,” tegas pria yang akrab disapa Sabran ini dengan penuh wibawa.
Lebih jauh, Gubernur memaparkan bahwa visi besar memajukan Kalteng tidak mungkin terwujud jika hanya mengandalkan kerja pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi kuat, dukungan moril, bahkan doa dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara dari komunitas Nasrani.
Ia pun memastikan, pemerintah daerah hadir untuk semua. Tidak ada sekat, tidak ada diskriminasi. Setiap aspirasi, masukan, hingga keluhan akan didengar dan dicarikan solusi terbaik demi kepentingan bersama.
“Kita ini satu keluarga besar. Perbedaan keyakinan justru menjadi warna indah yang memperkaya budaya kita. Jangan biarkan perbedaan ini dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita buktikan bahwa Kalteng adalah contoh terbaik hidup berdampingan secara damai,” tambahnya.
Pertemuan ini pun ditutup dengan harapan besar agar tali persaudaraan semakin erat. Dengan semangat kebersamaan yang membara, target-target pembangunan Kalteng ke depannya diyakini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan akan segera menjadi kenyataan yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat. (AK)






