PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

NASIONAL PEMERINTAHAN

Fahrizal Fitri Buka Suara soal Rekaman Percakapan dengan Wabup Kotim, Sebut Tak Etis

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA | PRADANAMEDIA — Staf Ahli Menteri Kehutanan, Fahrizal Fitri, akhirnya angkat bicara terkait beredarnya rekaman percakapan pribadinya dengan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim). Ia menyayangkan rekaman tersebut tersebar ke publik dan menilai penyebaran percakapan pribadi itu sebagai tindakan yang tidak etis.

Melalui pernyataan yang disampaikan lewat akun Kanal Independen, Fahrizal menjelaskan bahwa percakapan tersebut merupakan komunikasi pribadi antara dirinya dan Wakil Bupati Kotim. Karena itu, ia mengaku kecewa atas beredarnya rekaman yang kemudian menjadi perhatian publik.

Fahrizal juga menegaskan bahwa dirinya merupakan putra daerah Kalimantan Tengah yang tumbuh di Pangkalan Bun. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah sebelum mengemban tugas sebagai Staf Ahli Menteri Kehutanan.

Dalam penjelasannya, Fahrizal meluruskan informasi mengenai agenda kunjungan Menteri Kehutanan ke Sampit. Menurut dia, selama kunjungan tersebut, Wakil Bupati Kotim tidak pernah meminta dirinya maupun pihak Kementerian Kehutanan untuk menjadwalkan pertemuan dengan relawan ataupun menggelar undangan makan malam.

Ia menjelaskan, Menteri Kehutanan saat itu harus segera bertolak ke Pangkalan Bun untuk menghadiri rapat terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Meski agenda kunjungan sebelumnya tidak memungkinkan untuk memenuhi berbagai kegiatan tambahan, Fahrizal menyampaikan bahwa Menteri Kehutanan tetap berencana datang ke Sampit pada kesempatan berikutnya.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan Fahrizal atas informasi yang berkembang setelah rekaman percakapannya dengan Wakil Bupati Kotim beredar di ruang publik.

Di sisi lain, Fahrizal mengingatkan bahwa penanganan karhutla di Kalimantan Tengah tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, pihak swasta, hingga masyarakat.

Menurutnya, kerja sama seluruh unsur menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang terus menjadi persoalan di Kalimantan Tengah.

Penjelasan Fahrizal ini sekaligus menegaskan dua hal yang menjadi sorotannya, yakni keberatannya atas penyebaran percakapan pribadi serta pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam penanganan karhutla. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *