PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

LOKAL OPINI PUBLIK

Desa Tumbang Kalemai Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba, Siap Jadi Pelopor Desa Bersih Narkoba di Katingan

Bagikan Berita

Kasongan, Pradanamedia – Ancaman narkotika kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar tindak pidana, melainkan telah menjelma menjadi ancaman serius yang menggerus masa depan generasi muda, melemahkan ketahanan keluarga, dan mengancam stabilitas sosial di Kabupaten Katingan. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Tumbang Kalemai menyatakan komitmen penuh untuk berdiri di garis depan dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kepala Desa Tumbang Kalemai, Heriyadi, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat harus bersatu, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga setiap keluarga, agar ruang gerak jaringan narkotika semakin sempit.

“Narkotika adalah ancaman nyata yang menghancurkan masa depan generasi muda, merusak keharmonisan keluarga, dan menghambat pembangunan daerah. Karena itu, kami menyatakan perang terhadap segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di Kabupaten Katingan,” tegas Heriyadi.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Desa Tumbang Kalemai mencanangkan gerakan menuju Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Program ini akan diwujudkan melalui edukasi kepada masyarakat, penguatan peran keluarga, peningkatan kepedulian warga, serta kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan.

“Desa Tumbang Kalemai siap menjadi pelopor desa yang bebas dan bersih dari narkoba. Kami tidak ingin generasi muda kehilangan masa depan akibat barang haram ini. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan desa,” ujarnya.

Menurut Heriyadi, dampak narkoba jauh melampaui persoalan kesehatan. Peredaran narkotika memicu meningkatnya tindak kriminal, menurunkan produktivitas masyarakat, merusak kualitas sumber daya manusia, serta menghambat pembangunan daerah. Ketergantungan terhadap narkoba juga kerap menghancurkan perekonomian keluarga karena memicu utang, kehilangan pekerjaan, hingga tindakan kriminal demi memenuhi kebutuhan membeli narkotika.

Ia juga mengingatkan bahwa narkoba perlahan mengikis nilai-nilai budaya, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi identitas masyarakat Katingan. Jika dibiarkan, ancaman tersebut tidak hanya merusak individu, tetapi juga melemahkan persatuan dan ketahanan sosial masyarakat.

Heriyadi berharap aparat penegak hukum terus memperkuat pemberantasan jaringan narkotika secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu. Menurutnya, penindakan yang konsisten terhadap bandar, pengedar, maupun pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba akan memberikan efek jera sekaligus mempersempit ruang gerak sindikat yang selama ini merusak kehidupan masyarakat.

Selain penegakan hukum, ia mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, aktif mengawasi pergaulan anak-anak dan remaja, serta berani melaporkan apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Kekuatan sebuah daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusianya. Mari kita satukan langkah, jaga persaudaraan, lindungi anak-anak kita, dan wujudkan Desa Tumbang Kalemai sebagai desa yang benar-benar bebas dari narkoba,” katanya.

Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Desa Tumbang Kalemai menegaskan kesiapannya menjadi pelopor gerakan Desa Bersih Narkoba di Kabupaten Katingan. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan diyakini menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran narkotika, sekaligus melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *