PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI NASIONAL

CPO Ngebut Tiga Hari, Tapi Sinyal Koreksi Mulai Mengintip

Bagikan Berita

Jakarta, Pradanamedia – Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan reli dalam tiga hari terakhir, namun ruang kenaikan mulai terlihat terbatas. Pada penutupan perdagangan Rabu (22/4/2026), kontrak CPO tiga bulan di Bursa Malaysia Derivatives bertengger di MYR 4.628 per ton, naik 1,51% dibanding hari sebelumnya. Level ini menjadi yang tertinggi dalam hampir dua pekan terakhir, sekaligus menegaskan tren kenaikan jangka pendek yang mulai terbentuk.

Selama tiga hari, harga sudah terangkat sekitar 4%. Kenaikan ini tidak datang tanpa alasan. Pasar membaca adanya potensi penyusutan pasokan global, terutama dari dua pemain utama—Indonesia dan Malaysia—yang mulai mengarahkan produksi untuk kebutuhan domestik. Artinya, ruang ekspor bisa menyempit, dan itu cukup untuk mengerek sentimen harga.

Di saat yang sama, lonjakan harga minyak mentah mendorong negara-negara produsen untuk mempercepat bauran energi berbasis nabati. Malaysia mulai menggeser kebijakan dari B10 ke arah B15, dengan tahap awal B12. Langkah ini diproyeksikan menyedot tambahan 1 hingga 1,5 juta ton CPO per tahun. Sementara Indonesia tidak kalah agresif. Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan implementasi B50 mulai Juli, sebuah langkah yang secara langsung akan memperketat pasokan di pasar.

Namun, di balik dorongan fundamental tersebut, grafik teknikal mulai memberi peringatan. Indikator RSI berada di level 55—cukup untuk menyebut tren masih bullish, tapi belum cukup kuat untuk menjamin reli berlanjut tanpa gangguan. Sementara itu, Stochastic RSI justru berada di area 39, mengindikasikan tekanan jual mulai terbentuk.

Dengan konfigurasi ini, potensi koreksi jangka pendek terbuka. Level MYR 4.574 per ton menjadi titik kunci yang patut diperhatikan. Jika ditembus, harga berpeluang turun menguji area MA-5 di MYR 4.569, bahkan berlanjut ke MA-10 di MYR 4.528. Sebaliknya, jika momentum beli tetap terjaga, resistensi terdekat berada di MYR 4.636, dengan ruang lanjutan ke MYR 4.664.

Kenaikan harga CPO saat ini lebih banyak ditopang ekspektasi dibanding realisasi. Pasar sedang bergerak cepat membaca potensi pengetatan pasokan, tetapi indikator teknikal mengingatkan bahwa reli ini belum sepenuhnya solid. Dalam kondisi seperti ini, arah harga bukan lagi soal naik atau turun, melainkan seberapa kuat pasar menahan tekanan yang mulai muncul dari dalam grafik itu sendiri. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *