Cetak Sawah Kalteng Dikebut, 67 Ribu Hektare Sudah Kontrak Tapi Alat Berat Jadi Kendala

PALANGKA RAYA l PRADANAMEDIA — Program cetak sawah di Kalimantan Tengah memasuki tahap yang menuntut percepatan. Target pekerjaan tahun berjalan mencapai 93.496 hektare, namun realisasi kontraknya baru mencakup sekitar 67.149 hektare.
Angka tersebut menunjukkan sebagian besar target memang sudah masuk tahap pekerjaan, tetapi masih terdapat persoalan yang dapat memengaruhi kecepatan penyelesaian. Salah satu kendala yang ditemukan adalah terbatasnya alat berat milik penyedia jasa.
Kondisi ini menjadi perhatian karena waktu pengerjaan semakin terbatas. Kementerian Pertanian dalam evaluasi September 2026 menegaskan seluruh konstruksi cetak sawah tahun 2026 ditargetkan rampung paling lambat 30 November 2026.
Untuk mengejar target tersebut, percepatan pekerjaan mulai diarahkan melalui penambahan alat berat. Target pekerjaan harian juga disesuaikan, termasuk membuka kemungkinan pelaksanaan pekerjaan hingga lembur.
Persoalannya bukan sekadar berapa luas lahan yang sudah masuk kontrak, tetapi seberapa cepat pekerjaan fisik di lapangan dapat diselesaikan sesuai tenggat yang telah ditetapkan.
Program cetak sawah Kalteng sendiri sebelumnya mendapat dukungan anggaran besar dari pemerintah pusat. Pada Maret 2025, Kementerian Pertanian menyebut dukungan anggaran sekitar Rp3 triliun untuk program cetak sawah di Kalteng dengan target 75 ribu hektare.
Jika program berjalan optimal, pemerintah menargetkan potensi produksi mencapai sekitar 1 juta ton beras.Kini, target tersebut berhadapan dengan pekerjaan lapangan yang harus dikebut.
Dengan tenggat 30 November 2026, keterbatasan alat berat menjadi salah satu titik yang perlu segera diselesaikan agar target cetak sawah tidak berhenti pada angka kontrak, tetapi benar-benar berlanjut menjadi pekerjaan fisik di lapangan.
Pertanyaannya, mampu atau tidak percepatan alat berat dan pengerjaan lapangan mengejar target sebelum batas waktu berakhir? (AK)











