PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI NASIONAL

Danantara Bidik Saham RI Saat Harga Terkoreksi, Valuasi Emiten BUMN Dinilai Murah

Bagikan Berita

JAKARTA | PRADANAMEDIA — Koreksi pasar saham Indonesia dinilai bukan semata-mata ancaman bagi investor, tetapi juga membuka peluang untuk masuk ke perusahaan-perusahaan dengan fundamental kuat dan valuasi yang dianggap masih rendah. Danantara menyatakan kesiapan memanfaatkan momentum tersebut melalui strategi investasi jangka panjang.

Pandangan itu disampaikan Menteri Investasi sekaligus perwakilan Danantara dalam pernyataannya mengenai kondisi pasar modal Indonesia. Ia menilai reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas pasar modal.

Menurutnya, koreksi harga saham yang terjadi saat ini justru membuka ruang bagi investor jangka panjang untuk mendapatkan aset berkualitas dengan valuasi yang lebih menarik, termasuk saham-saham perusahaan milik negara yang tercatat di bursa.

Ia menegaskan, Danantara tidak menempatkan investasi sebagai aktivitas keluar-masuk pasar untuk mengejar keuntungan sesaat. Sebaliknya, pendekatan yang digunakan berorientasi jangka panjang dengan mempertimbangkan kekuatan fundamental perusahaan.

Sektor perbankan menjadi salah satu contoh yang disorot. Meski dinilai memiliki kondisi fundamental yang solid, sejumlah saham perbankan disebut diperdagangkan pada valuasi di bawah satu kali price to book value (PBV), bahkan lebih rendah dibandingkan ukuran valuasi perusahaan sejenis di industrinya.

Penilaian serupa juga diarahkan pada sektor infrastruktur, telekomunikasi, dan sektor lainnya yang dinilai memiliki peluang untuk berkembang.

Danantara melihat koreksi sebagai peluang, bukan alasan untuk menjauh dari pasar. Namun, keyakinan tersebut tetap bertumpu pada penilaian terhadap fundamental perusahaan dan prospek pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar asumsi bahwa harga saham yang turun pasti akan kembali naik.

Dalam pandangannya, gejolak pasar tidak selalu mencerminkan penurunan kualitas bisnis perusahaan. Pergerakan harga juga dapat dipengaruhi faktor teknis perdagangan dan rumor pasar yang mendorong perubahan sentimen investor.

Karena itu, Danantara menilai keputusan investasi perlu didasarkan pada analisis yang cermat terhadap kondisi perusahaan, bukan hanya mengikuti fluktuasi harga saham dalam jangka pendek.

Meski demikian, peluang yang muncul dari koreksi pasar tetap mengandung risiko. Valuasi yang rendah tidak otomatis menjamin saham akan segera pulih, sementara prospek investasi tetap dipengaruhi kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, serta perkembangan pasar ke depan.

Pernyataan tersebut menempatkan reformasi tata kelola pasar modal dan penguatan kepercayaan investor sebagai faktor penting untuk mendukung investasi jangka panjang. Bagi Danantara, momentum koreksi menjadi kesempatan untuk mempertimbangkan penempatan modal pada perusahaan Indonesia yang dinilai memiliki fondasi bisnis kuat.

Kini, perhatian tertuju pada bagaimana peluang tersebut akan diterjemahkan menjadi keputusan investasi nyata, sekaligus sejauh mana reformasi pasar modal mampu memperkuat transparansi dan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *