PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

LOKAL PENDIDIKAN

Guru MIN 3 Sambut Bola dengan Mendatangi Rumah Siswa di Tengah Bencana Asap Karhutla, Pembelajaran Agama Tetap Berjalan

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA | PRADANAMEDIA — Di tengah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat pembelajaran di sekolah masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Palangka Raya menghadirkan cara berbeda agar pendidikan keagamaan siswa tetap berjalan. Para guru mendatangi rumah siswa untuk memberikan pendampingan belajar secara langsung.

Inovasi yang digagas Kepala MIN 3 Palangka Raya, Hj. Maisarah, S.Ag., M.Pd., ini diwujudkan melalui program “Star Jemput Bola”. Guru pembimbing mendatangi rumah salah seorang siswa dalam kelompok belajar untuk melaksanakan pembelajaran bersama, sebagaimana kegiatan yang berlangsung mulai hari Rabu, 14 Oktober 2026 dan berlangsung seminggu 2 kali pertemuan.

Program ini menjadi langkah adaptif madrasah dalam menghadapi situasi bencana asap. Di satu sisi, guru tetap menjalankan tugas utama memberikan pembelajaran melalui PJJ. Di sisi lain, mereka juga berupaya menjangkau siswa secara langsung untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan keagamaan yang membutuhkan pendampingan.

Materi yang diberikan meliputi hafalan surah-surah pendek, Surah Yasin, hingga praktik salat. Melalui pembelajaran tatap muka di rumah, guru dapat memberikan arahan secara langsung, membantu siswa memperbaiki bacaan, serta membimbing praktik ibadah dengan lebih efektif.

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan keagamaan siswa MIN 3 Palangka Raya sekaligus meningkatkan kemampuan hafalan dan pemahaman mereka meskipun pembelajaran di sekolah belum berjalan normal akibat kondisi karhutla.

Program jemput bola ini juga mendapat sambutan positif dari Komite Sekolah dan orang tua siswa. Kehadiran guru di rumah dinilai menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak, terutama ketika kondisi lingkungan belum mendukung pelaksanaan pembelajaran seperti biasa.

Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi madrasah untuk terus mengupayakan pembelajaran yang menyesuaikan kondisi, tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah paparan asap.

Melalui inovasi ini, MIN 3 Palangka Raya berupaya memastikan bahwa keterbatasan akibat bencana tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk terus belajar. Pendidikan tidak hanya tentang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjaga pembinaan karakter dan spiritual anak agar tetap tumbuh di tengah situasi sulit. (Red)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *