PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

LOKAL SOSIAL BUDAYA

Kalteng Dorong KSPEAN, Wamenko Pangan: Potensi Besar Harus Jadi Kekuatan Pangan Nasional.

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA — Potensi besar Kalimantan Tengah (Kalteng) di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan hingga sumber daya air kembali mendapat perhatian pemerintah pusat.Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (20/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam mendorong percepatan program Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).

Hanif tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, sekitar pukul 13.45 WIB menggunakan pesawat Citilink QG452. Kedatangannya disambut jajaran Forkopimda Kalteng sebelum rombongan bergerak menuju Rumah Jabatan Gubernur.Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Sekda Kalteng dr. Lina Aden, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Dalam forum tersebut, Pemprov Kalteng memaparkan besarnya potensi daerah yang dinilai mampu menopang kebutuhan pangan nasional. Dengan wilayah yang luas, Kalteng memiliki ruang pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan, termasuk kawasan potensial di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.Namun, peluang tersebut masih berhadapan dengan sejumlah persoalan, terutama menyangkut perizinan dan pemanfaatan lahan.

Pemprov Kalteng meminta pemerintah pusat memberikan dukungan regulasi agar pengembangan investasi, khususnya sektor peternakan dan pangan, dapat berjalan lebih cepat dan tidak tersandera persoalan administratif.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan pentingnya kesinambungan koordinasi dengan pemerintah pusat agar program KSPEAN tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalteng.

Sementara itu, Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa kunjungannya ke Kalteng dilakukan untuk mendengar langsung kesiapan dan kebutuhan daerah terkait pengembangan KSPEAN.

Menurutnya, Kalteng bersama Papua Selatan memiliki karakteristik wilayah yang dinilai ideal untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

“Kalteng memiliki modal besar. Luas wilayah dan potensi sumber daya yang tersedia harus mampu diterjemahkan menjadi kekuatan pangan nasional,” demikian garis besar arahan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.Tak hanya persoalan pangan, perhatian pemerintah pusat juga diarahkan pada penguatan konektivitas logistik. Salah satunya terkait dukungan terhadap pembangunan Pelabuhan Batanjung di Kabupaten Kapuas, yang diharapkan dapat memperkuat jalur distribusi dan mengurangi ketergantungan Kalteng terhadap infrastruktur logistik di Kalimantan Selatan.

Hanif juga meminta Gubernur Kalteng segera menyampaikan surat kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan sebagai bagian dari langkah percepatan pembahasan program KSPEAN di Kalteng.Dari Ketahanan Pangan ke KarhutlaUsai rapat koordinasi, rombongan Wamenko Pangan bergerak menuju Kantor Pusdalops-PB Provinsi Kalteng.

Di lokasi tersebut, Hanif meninjau langsung sistem pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui ruang Command Center. Data kondisi lapangan diperiksa untuk melihat perkembangan penanganan karhutla sekaligus kesiapan personel menghadapi potensi kebakaran.Arahan kemudian diberikan kepada jajaran Pusdalops-PB dan personel yang terlibat di lapangan melalui konferensi daring.

Kunjungan berlanjut dengan peninjauan lokasi karhutla di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya. Peninjauan ini turut dihadiri Kepala BPBD Kalteng Ahmad Toyib, S.STP., M.Si., Sekda Kalteng serta perwakilan GAPKI.Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa agenda pangan tidak berdiri sendiri. Penguatan ketahanan pangan juga membutuhkan pengelolaan lingkungan, kesiapan menghadapi karhutla, infrastruktur distribusi serta kepastian investasi.

Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Palangka Raya, Wamenko Pangan bersama rombongan kemudian meninggalkan Kota Palangka Raya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sekitar pukul 21.10 WIB.

Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja berlangsung aman, tertib dan kondusif.Kini tantangannya bukan sekadar memiliki lahan dan sumber daya yang melimpah. Kalteng dituntut mampu mengubah potensi tersebut menjadi produksi nyata,

investasi yang bergerak, distribusi yang kuat, serta ketahanan pangan yang benar-benar dirasakan masyarakat. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *