PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

HUKUM KEAMANAN DAN PERISTIWA LOKAL

Kepala BNN RI Datang ke Palangka Raya, Perang Melawan Narkoba Diperkuat dari Kalteng

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA — Upaya memperkuat perang terhadap narkotika kembali mendapat perhatian serius di Kalimantan Tengah. Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., melakukan kunjungan kerja ke Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026).

Kehadiran pimpinan tertinggi BNN RI di Bumi Tambun Bungai menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi langkah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kalimantan Tengah.

Rangkaian kunjungan diawali dengan kedatangan rombongan pertama di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sekitar pukul 13.50 WIB menggunakan pesawat Citilink QG-452.

Rombongan tersebut di antaranya Deputi Dayanmas BNN RI Irjen Pol Drs. Aldrin MP Hutabarat, Plt. Deputi Rehab BNN RI dr. Amrita Devi, Karo Umum BNN RI Brigjen Pol Agus Dwi Hermawan serta Karo Keuangan BNN RI Vera Kartina Aprilia.

Kedatangan rombongan disambut Kepala BNNP Kalteng, Kapolda Kalteng dan Kepala BNNK Palangka Raya. Selanjutnya rombongan menuju salah satu rumah makan di Jalan Adonis Samad untuk makan siang.

Beberapa jam kemudian, tepat pukul 17.00 WIB, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto bersama rombongan tiba di Bandara Tjilik Riwut menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 550.

Kedatangan Kepala BNN RI disambut langsung Gubernur Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur Kalteng, Kapolda Kalteng, jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng, Kepala BNNP Kalteng, unsur Polda Kalteng, Kapolresta Palangka Raya hingga Kepala BNNK Palangka Raya.

Dari bandara, rombongan kemudian menuju Hotel Swissbell Palangka Raya untuk melanjutkan agenda kunjungan kerja.

Malam harinya, suasana penuh keakraban berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah. Gubernur Kalteng menggelar silaturahmi dan ramah tamah bersama Kepala BNN RI serta Menteri Kehutanan RI dan jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah.

Pertemuan tersebut diisi dengan silaturahmi, foto bersama, penampilan tari tradisional hingga hiburan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 22.06 WIB dan berlangsung dalam situasi aman serta kondusif.

Namun di balik agenda seremonial tersebut, terdapat pesan strategis yang jauh lebih besar. Kunjungan Kepala BNN RI menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat barisan pemberantasan narkotika di Kalteng.

Kalimantan Tengah memiliki wilayah yang luas dengan karakter geografis yang kompleks. Kondisi tersebut menuntut pola pengawasan dan pemberantasan narkotika yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat deteksi dini, pertukaran informasi dan koordinasi lintas lembaga.

Jaringan narkotika tidak mengenal batas wilayah. Jalur distribusi dapat bergerak antardaerah, antarprovinsi, bahkan menyasar kawasan terpencil. Karena itu, sinergi antara BNN, Polri, TNI, pemerintah daerah, kejaksaan serta instansi terkait menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba.

Di sisi lain, perang terhadap narkotika tidak boleh hanya berbicara mengenai penangkapan dan hukuman. Penguatan kapasitas rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika juga menjadi bagian penting dalam menyelamatkan masyarakat.

Pesannya jelas: jaringan narkotika harus diputus, sementara korban penyalahgunaan harus diselamatkan.

Kunjungan kerja Kepala BNN RI di Palangka Raya diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan ramah tamah. Momentum tersebut harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, memperkuat deteksi, mempersempit ruang gerak jaringan narkotika serta meningkatkan pelayanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, perang melawan narkoba bukan pekerjaan satu institusi. Ini adalah tanggung jawab bersama demi menjaga generasi dan masa depan Kalimantan Tengah. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *