Ayam Busuk Dibawa ke Aksi, Peternak Palangka Raya Desak PLN Jamin Pasokan Listrik Stabil

Palangka Raya, Pradanamedia – Kekecewaan terhadap gangguan pasokan listrik yang dinilai terus berulang akhirnya memuncak. Gabungan Peternak Ayam Kota Palangka Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PLN pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menuntut kepastian dan stabilitas distribusi listrik yang dinilai menjadi urat nadi keberlangsungan usaha peternakan.
Sekitar 15 orang peserta aksi terlibat dalam unjuk rasa tersebut. Massa datang menggunakan dua unit kendaraan pikap yang membawa perangkat sound system serta puluhan ayam busuk sebagai simbol kerugian yang mereka klaim dialami akibat pemadaman listrik yang berulang.
Dalam orasinya, para peternak menyampaikan bahwa pasokan listrik yang tidak stabil berdampak langsung terhadap operasional kandang modern yang bergantung pada aliran listrik untuk sistem ventilasi, pencahayaan, pemberian pakan otomatis, hingga pengaturan suhu. Gangguan pada sistem tersebut, menurut mereka, berpotensi menyebabkan kematian ternak dan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
Aksi simbolik dengan membawa ayam busuk menjadi bentuk protes atas kondisi yang mereka sebut telah berlangsung berulang kali tanpa adanya kepastian mengenai keandalan distribusi listrik. Massa meminta PLN memberikan penjelasan terbuka mengenai langkah konkret untuk menjamin stabilitas pasokan listrik di Kota Palangka Raya agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Bagi pelaku usaha peternakan, listrik bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan komponen utama yang menentukan keberlangsungan produksi. Ketika pasokan energi terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peternak, tetapi juga berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan dan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Melalui aksi tersebut, Gabungan Peternak Ayam Palangka Raya berharap PLN segera memberikan kepastian mengenai upaya perbaikan sistem kelistrikan serta langkah antisipasi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi. Mereka menegaskan bahwa tuntutan yang disampaikan berfokus pada kejelasan dan keandalan pelayanan publik yang menjadi kebutuhan vital bagi dunia usaha maupun masyarakat luas.
Hingga aksi berlangsung, unjuk rasa berjalan dalam kondisi tertib dengan pengamanan dari aparat keamanan. Dialog antara perwakilan massa dan pihak PLN diharapkan dapat menghasilkan solusi yang memberikan kepastian bagi para peternak serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kelistrikan. (AK)






