Pesta Tetap Jalan, Anggaran Diketatkan: HUT Kalteng ke-69 di Antara Euforia dan Kalkulasi

Palangka Raya, Pradanamedia — Perayaan Hari Ulang Tahun ke-69 Kalimantan Tengah dipastikan tetap digelar meriah. Namun di balik gemerlap seremoni, Pemerintah Provinsi memainkan rem anggaran lebih ketat dari biasanya. Ada pesan yang ingin ditegaskan: pesta boleh, pemborosan jangan.
Menurut Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran sejumlah agenda seremonial tetap disiapkan—dari panggung hiburan hingga kegiatan seremonial yang menjadi wajah tahunan pemerintah daerah. Tapi kali ini, pendekatannya berbeda. Pemprov tampak berhitung lebih rinci, menekan pos-pos yang selama ini kerap membengkak tanpa kontrol jelas. Narasi efisiensi bukan sekadar jargon, melainkan mulai diterjemahkan ke dalam skema belanja yang lebih selektif.
Masih menurut H. Agustiar dalam agenda persiapan pemprov berusaha menyeimbangkan dua kepentingan: menjaga semarak perayaan sebagai simbol kebanggaan daerah, sekaligus meredam kritik publik soal penggunaan anggaran di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Ini bukan pekerjaan mudah. Sebab, di satu sisi, perayaan HUT selalu dijadikan etalase kinerja pemerintah. Di sisi lain, publik makin sensitif terhadap setiap rupiah yang dibelanjakan.
Isu efisiensi pun menjadi titik krusial. Pemprov tampaknya sadar, sorotan tak lagi hanya pada kemeriahan acara, tetapi juga pada transparansi dan rasionalitas anggaran. Setiap panggung, dekorasi, hingga rangkaian kegiatan kini berpotensi dipertanyakan: apakah benar-benar berdampak, atau sekadar rutinitas tahunan tanpa makna?
Menariknya, pendekatan ini juga membuka ruang tafsir baru. Apakah efisiensi yang digaungkan benar-benar menyentuh substansi, atau hanya kosmetik penghematan di permukaan? Sebab dalam praktiknya, penghematan sering kali hanya menggeser pos, bukan memangkas total belanja.
Di tengah dinamika itu, HUT Kalteng ke-69 menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia berubah menjadi cermin bagaimana pemerintah mengelola prioritas—antara kebutuhan simbolik dan tuntutan akuntabilitas. Publik kini tak hanya menonton panggung, tapi juga menghitung di balik layar.
Perayaan tetap berjalan. Tapi kali ini, sorotan tak kalah terang tertuju pada cara pemerintah mengelola uang rakyat. (AK)





