
PRADANAMEDIA, LAMANDAU – Dukungan terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam struktur ketatanegaraan terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk dari tingkat desa. Nadhif Ulfaria, tokoh masyarakat Kecamatan Pangkalan Lada, menyampaikan dukungan tegas agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia dan tidak ditempatkan di bawah kementerian tertentu.
Menurut Nadhif Ulfaria, posisi Polri yang langsung berada di bawah Presiden sangat penting untuk menjaga profesionalisme, independensi, dan netralitas institusi. Struktur komando yang jelas memungkinkan Polri melaksanakan tugas penegakan hukum secara efektif, menjaga ketertiban masyarakat, dan memberikan perlindungan bagi seluruh warga.
“Polri yang berada langsung di bawah Presiden mampu bekerja fokus, profesional, dan netral. Struktur ini penting agar penegakan hukum berjalan adil, konsisten, dan selaras dengan kepentingan rakyat,” ujar Nadhif Ulfaria.,Minggu(01/02/26)
Sebagai tokoh masyarakat yang memahami kondisi sosial di Kecamatan Pangkalan Lada, Nadhif menekankan bahwa stabilitas keamanan menjadi fondasi utama bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Polri yang profesional dan netral mampu menciptakan rasa aman, memperkuat kepercayaan publik, dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Nadhif juga menegaskan bahwa dukungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepedulian masyarakat terhadap masa depan institusi kepolisian dan negara. Dengan berada langsung di bawah Presiden, Polri dapat menjalankan tugasnya secara presisi, mengedepankan keadilan, dan menjadi pengayom masyarakat secara nyata.
Di akhir pernyataannya, Nadhif Ulfaria menegaskan kembali sikap dukungannya:
“Demikian pernyataan dukungan saya, agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden dan menjaga profesionalisme serta netralitas institusi.”(LAN)





