Korban Jiwa Naik Saat Operasi Ketupat Telabang 2026, Jalur Trans Kalteng Jadi Sorotan

PALANGKA RAYA/PRADANAMEDIA – Pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang 2026 di Kalimantan Tengah resmi berakhir pada Rabu (25/3/2026). Operasi yang berlangsung sejak Kamis (12/3/2026) tersebut menyisakan catatan penting, khususnya terkait angka fatalitas kecelakaan lalu lintas yang justru mengalami peningkatan.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (anev) jajaran kepolisian, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas memang mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dari 30 kasus pada 2025, turun menjadi 29 kasus di tahun 2026. Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia justru melonjak signifikan.
Jika pada 2025 tercatat 9 korban jiwa, maka pada tahun ini meningkat menjadi 14 orang. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat upaya pengamanan dan pengaturan lalu lintas telah digencarkan selama masa operasi.Selain korban jiwa, kerugian material akibat kecelakaan juga terbilang cukup besar, dengan total mencapai sekitar Rp139 juta.
Sejumlah ruas jalan, khususnya di jalur Trans Kalimantan, dinilai menjadi titik rawan kecelakaan. Beberapa wilayah yang mencatat tingkat kerawanan tinggi di antaranya Barito Timur, Lamandau, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, serta Sukamara.Tingginya angka kecelakaan di kawasan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi infrastruktur jalan hingga rendahnya kesadaran pengguna jalan dalam berlalu lintas.
Evaluasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan ke depan, baik bagi aparat terkait maupun masyarakat, guna menekan angka kecelakaan serta meminimalisir korban jiwa di wilayah Kalimantan Tengah. (AK)





