PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

LOKAL PEMERINTAHAN

KARHUTLA KALTENG BELUM REDA, 4.168 KEJADIAN BAKAR 13.960 HEKTARE LEBIH

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA l PRADANAMEDIA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah belum bisa dianggap selesai. Pemerintah Provinsi Kalteng terus memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut.Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining mengatakan upaya pencegahan dilakukan melalui peningkatan patroli, pembasahan lahan, pemeriksaan sekat kanal hingga penguatan penegakan hukum terhadap aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.

Sejak awal, pembasahan lahan dan pengecekan sekat kanal telah dilakukan agar sistem pengendalian tata air tetap berfungsi. Namun, persoalan menjadi jauh lebih berat ketika api berkembang dalam skala besar.

Kondisi tersebut membuat kemampuan penanggulangan menjadi terbatas. Karena itu, evaluasi dan penguatan pencegahan dinilai diperlukan, mengingat sebagian besar wilayah Kalteng memiliki lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.

Bukan hanya pemadaman, pemerintah juga mendorong pemanfaatan lahan secara produktif. Lahan yang dikelola dengan baik diharapkan tidak dibiarkan terbengkalai sehingga lebih terawat dan dapat mengurangi potensi munculnya titik kebakaran.4.168

KEJADIAN, HAMPIR 14 RIBU HEKTARE TERBAKAR

Besarnya tantangan terlihat dari data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 23 September 2026.Tercatat sebanyak 4.168 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 13.960,96 hektare.Untuk penanganannya, sebanyak 14.043 personel gabungan telah dikerahkan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa karhutla di Kalteng bukan sekadar persoalan munculnya api di satu-dua lokasi. Luasan lahan yang terbakar dan jumlah kejadian memperlihatkan besarnya beban penanganan di lapangan.

Pemerintah kini memperkuat langkah dari sisi pencegahan, pembasahan hingga patroli. Pada saat yang sama, penegakan hukum terhadap aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran juga menjadi bagian dari upaya pengendalian.

Dengan karakter gambut yang membutuhkan penanganan khusus, tantangan Kalteng bukan hanya bagaimana memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi bagaimana menjaga lahan tetap basah dan mencegah api kembali berkembang menjadi kebakaran berskala besar. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *