**PRADANAMEDIA / SAMARINDA – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Minggu (17/8), menjadi penanda penting perjalanan Kalimantan Timur (Kaltim). Tidak hanya sebagai perayaan kemerdekaan, momen ini juga menjadi refleksi atas peran strategis Kaltim sebagai tuan rumah Ibu Kota Nusantara (IKN), pusat pemerintahan baru Indonesia.
Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan bahwa daerahnya kini berada di garda depan sejarah bangsa. “Kami menargetkan Kaltim menjadi etalase Indonesia pada 2028, tentu dengan harapan semua berjalan sesuai rencana,” ujar Rudy dalam keterangan pers yang diterima awak media, Senin (18/8).

Menurut Rudy, kehadiran IKN akan membawa arus besar perpindahan penduduk dari berbagai wilayah Tanah Air ke Kaltim. Hal ini menuntut kesiapan masyarakat lokal untuk mampu bersaing secara sehat, baik dalam pendidikan, dunia kerja, maupun kualitas hidup.
“Kita akan hidup berdampingan dengan saudara-saudara dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, anak-anak Kaltim wajib memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur yang memadai, serta perlindungan sosial yang layak,” jelasnya.
Meski penuh optimisme, Rudy mengakui masih ada tantangan serius, seperti tingkat kemiskinan yang masih berada di angka 5,78 persen dan persoalan pengangguran. Ia menyoroti fakta bahwa masih banyak anak yang tidak menamatkan sekolah menengah atas (SMA).
Sebagai solusi, Pemprov Kaltim menggulirkan kebijakan pendidikan gratis hingga jenjang S3. “Pendidikan adalah kunci memutus mata rantai kemiskinan. Kalau hanya lulusan SMA, mungkin cukup untuk menghidupi dirinya sendiri. Tetapi lulusan S2 atau S3 bisa memberi manfaat lebih luas bagi lingkungannya,” tegas Rudy.
Lebih jauh, Rudy menekankan bahwa Kaltim tidak hanya berfokus menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga turut mengantarkan Indonesia menuju visi besar 2045, satu abad kemerdekaan. “Dengan hadirnya IKN, Kaltim bukan lagi sekadar daerah penopang. Kami adalah etalase bangsa, wajah pertama yang akan disaksikan dunia. Karena itu, generasi emas yang cerdas, sehat, dan berdaya saing mutlak kita siapkan,” pungkasnya. (RH)
