PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

LOKAL SOSIAL BUDAYA

Bukan Cuma Aparat, 100 Warga Huma Betang Turun Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah memasuki babak baru. Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng mulai memperkuat barisan dengan melibatkan kekuatan masyarakat melalui Forum Kebangsaan Huma Betang.

Langkah tersebut ditandai dengan apel bersama yang dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan di Mapolda Kalteng, Sabtu (5/9/2026). Usai apel, sekitar 100 orang yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat dan paguyuban langsung dilibatkan dalam kegiatan pembasahan area yang terdampak Karhutla di wilayah Palangka Raya.

Keterlibatan masyarakat ini bukan sekadar simbol gotong royong. Setiap organisasi dan paguyuban diminta mengirimkan perwakilan untuk bergabung dalam upaya penanganan di lapangan.

Kapolda Kalteng mengatakan, selama ini berbagai upaya pencegahan dan penanganan Karhutla sebenarnya sudah berjalan di lingkungan masyarakat, desa hingga kelurahan. Namun, koordinasi dinilai masih berjalan sendiri-sendiri atau parsial.

Karena itu, Forum Kebangsaan Huma Betang diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan berbagai kekuatan sosial tersebut agar koordinasi penanganan Karhutla bisa bergerak lebih luas hingga tingkat provinsi.

Dari Edukasi hingga PembasahanForum ini nantinya tidak hanya diminta turun ketika api sudah membesar. Perannya juga diarahkan pada pencegahan sejak awal.

Mulai dari memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, membantu pemadaman, melakukan pendinginan dan pembasahan area bekas terbakar, hingga mendukung kebutuhan logistik bagi petugas di lapangan.

Artinya, masyarakat tidak lagi ditempatkan hanya sebagai penonton ketika Karhutla terjadi. Mereka didorong menjadi bagian langsung dari sistem penanganan bencana tersebut.

Kapolda menegaskan, pemerintah dan aparat tidak mungkin bekerja sendiri menghadapi Karhutla. Luasnya wilayah dan kompleksitas persoalan membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat paling bawah.Huma Betang Jadi Semangat Bersama

Polda Kalteng mengaitkan pembentukan forum tersebut dengan falsafah Huma Betang, yang mengedepankan kebersamaan, keharmonisan, gotong royong dan persatuan.Semangat itu dinilai relevan dengan kondisi Kalteng yang setiap tahun menghadapi ancaman Karhutla dan kabut asap.

Dengan melibatkan ormas, paguyuban dan komunitas masyarakat, penanganan Karhutla diharapkan tidak hanya menjadi agenda pemerintah dan aparat, tetapi berubah menjadi gerakan bersama.

Sebab ketika api kembali muncul, yang dipertaruhkan bukan hanya lahan yang terbakar. Ada udara yang tercemar, kesehatan masyarakat yang terancam dan aktivitas warga yang ikut terdampak.

Karena itu, semangat Huma Betang kini diuji bukan hanya dalam slogan, tetapi sejauh mana mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata menjaga tanah dan lingkungan Kalimantan Tengah dari ancaman Karhutla. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *