PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI LOKAL

Bawa Bangkai Ayam ke Kantor PLN, Massa Gerakan Palangka Raya Gelap Tuntut Pemadaman Bergilir Dihentikan!

Bagikan Berita

PRADANAMEDIA l PALANGKA RAYA – Protes terhadap pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya kembali memanas. Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) bersama sejumlah pengusaha peternakan ayam mendatangi kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani, Jumat (30/10/2026).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu diwarnai dengan aksi membawa hingga melemparkan bangkai ayam ke halaman kantor PLN. Bangkai ayam tersebut menjadi simbol protes atas kerugian yang dialami peternak akibat pemadaman listrik yang masih berlangsung.

Dalam aksi yang diikuti sekitar 10 orang tersebut, salah seorang peternak ayam, Satryo, mengungkapkan pemadaman listrik telah menimbulkan kerugian usaha. Banyak ayam miliknya mati, sementara biaya operasional peternakan, pembayaran gaji pekerja hingga kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.

Menurutnya, kerugian tersebut semakin membebani peternak karena kegiatan usaha tidak bisa berjalan normal ketika pasokan listrik terganggu. Ia berharap persoalan kelistrikan di Palangka Raya segera diselesaikan agar kerugian serupa tidak terus berulang.

Ketegangan dalam aksi meningkat ketika massa menurunkan bangkai ayam di sekitar halaman kantor PLN sekitar pukul 10.15 WIB.

Koordinator lapangan, Joseph Firman Jaya Waruwu, menegaskan pihaknya tidak akan berhenti menyuarakan persoalan tersebut sebelum ada pertanggungjawaban dari pihak PLN, termasuk tuntutan ganti rugi atas kerugian peternak yang terdampak pemadaman.

Joseph juga menyinggung hilangnya spanduk berisi aspirasi yang sebelumnya dipasang saat aksi jilid pertama. Ia menyatakan massa akan mencari keberadaan spanduk tersebut dan sempat menyampaikan ancaman akan masuk ke lingkungan kantor PLN apabila spanduk itu tidak ditemukan.

Sekitar pukul 10.50 WIB, pihak PLN kembali memasang spanduk yang sebelumnya menjadi persoalan dalam aksi tersebut.

Namun, aksi belum berakhir. Sekitar pukul 12.45 WIB, sebuah mobil pikap kembali datang membawa bangkai ayam. Berselang 15 menit kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB, bangkai ayam dilemparkan ke dalam halaman kantor PLN.

Dalam demonstrasi tersebut, GPG menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta PLN menghentikan pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya.

Kedua, mendesak PLN membuka penjelasan secara transparan mengenai penyebab pemadaman yang terus terjadi. Ketiga, massa menuntut pencopotan General Manager (GM) beserta pejabat terkait di lingkungan PLN yang dinilai bertanggung jawab atas persoalan pemadaman listrik.

Aksi ini memperlihatkan bahwa dampak gangguan listrik tidak hanya dirasakan masyarakat rumah tangga, tetapi juga mulai memukul keberlangsungan usaha kecil, termasuk peternakan ayam.

Bagi peternak, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan. Ketika pasokan terputus, risiko kematian ternak dan kerugian ekonomi bisa langsung terjadi. Karena itu, persoalan pemadaman bergilir kini menjadi tuntutan yang meminta jawaban terbuka dari PLN. (Red)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *