PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI LOKAL PEMERINTAHAN

Alarm Harga Pangan Menyala, Kalteng Masuk Tiga Besar Inflasi Tertinggi Nasional

Bagikan Berita

Palangka Raya, Pradanamedia – Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian dalam pemantauan ekonomi nasional. Namun kali ini bukan karena capaian pengendalian inflasi, melainkan karena laju kenaikan harga yang menempatkan provinsi ini di jajaran tiga daerah dengan inflasi tertinggi di Indonesia.

Data yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah menunjukkan inflasi Kalimantan Tengah mengalami peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh melonjaknya harga sejumlah bahan pangan, dengan beras menjadi komoditas yang paling banyak menyumbang tekanan inflasi.

Fenomena ini terjadi di tengah tingginya ketergantungan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Ketika distribusi terganggu atau harga di daerah pemasok mengalami kenaikan, dampaknya relatif cepat terasa hingga ke tingkat konsumen.

Dalam rapat yang diikuti pemerintah daerah se-Indonesia tersebut, Kalimantan Tengah tercatat berada pada posisi ketiga nasional untuk tingkat inflasi. Angka tersebut menempatkan provinsi ini di atas rata-rata nasional dan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk melakukan langkah pengendalian lebih lanjut.

Selain beras, beberapa komoditas pangan lain juga mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah memperketat pemantauan pasokan serta pergerakan harga di pasar-pasar tradisional maupun jaringan distribusi utama.

Di sisi lain, stok pangan daerah dilaporkan masih tersedia. Namun persoalan inflasi kali ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika harga dan distribusi dibanding ketersediaan barang semata. Situasi tersebut membuat fokus pengendalian bergeser pada upaya menjaga kelancaran pasokan agar harga tidak terus bergerak naik.

Kenaikan inflasi menjadi catatan tersendiri mengingat pada tahun sebelumnya Kalimantan Tengah sempat memperoleh apresiasi nasional atas kinerja pengendalian inflasi daerah. Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan harga yang kembali muncul menunjukkan bahwa stabilitas pangan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi secara berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kini mulai memetakan sejumlah langkah antisipasi, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, memantau stok komoditas strategis, serta mempercepat intervensi pasar apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

Pergerakan inflasi pada pertengahan tahun ini diperkirakan masih akan dipengaruhi faktor distribusi, kondisi cuaca, serta perkembangan pasokan pangan nasional. Karena itu, perkembangan harga kebutuhan pokok dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah tekanan inflasi dapat ditekan atau justru terus meningkat.

Bagi masyarakat, inflasi bukan sekadar angka statistik. Dampaknya langsung terasa pada biaya hidup sehari-hari, terutama ketika harga kebutuhan pokok bergerak lebih cepat dibanding kemampuan daya beli rumah tangga. Di tengah kondisi tersebut, perhatian kini tertuju pada efektivitas langkah-langkah pengendalian yang disiapkan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga di Kalimantan Tengah. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *