Karhutla Belum Reda, 766 Paket Bantuan Didorong untuk Warga Terdampak di Tiga Kabupaten

PALANGKA RAYA I PRADANAMEDIA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah tidak hanya menyisakan persoalan asap dan lahan terbakar. Dampaknya juga dirasakan langsung masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan 766 paket bantuan pangan kepada warga terdampak karhutla di tiga kabupaten, yakni Pulang Pisau, Kapuas, dan Barito Selatan, Minggu (20/9/2026).
Bantuan tersebut masing-masing berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula. Penyaluran dilakukan langsung ke sejumlah desa yang terdampak.Di Kabupaten Pulang Pisau, sebanyak 152 paket disalurkan, terdiri dari 127 paket untuk warga Desa Tuwung dan 25 paket bagi masyarakat Desa Sigi.
Sementara di Kabupaten Kapuas, bantuan mencapai 384 paket. Rinciannya, 250 paket untuk Desa Sei Gawing, 13 paket untuk Desa Bukit Batu, Kecamatan Mantangai, serta 121 paket untuk masyarakat Desa Timpah, Kecamatan Timpah.
Sedangkan di Kabupaten Barito Selatan, sebanyak 230 paket diberikan kepada masyarakat Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan.
Jika dijumlahkan, total bantuan yang disalurkan di tiga wilayah tersebut mencapai 766 paket.Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan bantuan diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama warga yang belum mendapatkan bantuan sosial pemerintah.
Kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah menjadi salah satu prioritas penerima. Bahkan, mahasiswa yang ikut terdampak karhutla juga masuk dalam perhatian penyaluran bantuan tersebut.
Penyaluran sembako ini menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap dampak sosial karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalteng.
Di tengah kepungan asap, kebutuhan warga tidak boleh ikut terabaikan. Penanganan karhutla bukan hanya soal bagaimana api dipadamkan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan dukungan kebutuhan dasar selama situasi belum sepenuhnya pulih. (AK)






