PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI LOKAL

Asap Karhutla Terpantau Menyelimuti Kalimantan, Kalteng Kembali Jadi Sorotan

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA – Karhutla di Pulau Kalimantan kembali menjadi perhatian. Pantauan satelit yang dibagikan akun Instagram seputaranplk pada Senin, 14 September 2026, memperlihatkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Kalimantan.

Citra satelit tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan karhutla belum sepenuhnya berakhir. Asap yang terpantau menunjukkan bahwa aktivitas kebakaran masih perlu mendapat perhatian serius, terutama di wilayah yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi peningkatan kejadian karhutla.

Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat sorotan dalam penanganan karhutla. Kondisi lahan yang sebagian berupa gambut membuat upaya pemadaman memiliki tantangan tersendiri. Api tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi dapat bertahan di lapisan gambut dan kembali muncul apabila belum benar-benar dipadamkan.

Data resmi Kementerian Kehutanan pada Senin, 14 September 2026, juga menyebut adanya perkembangan terbaru terkait hotspot karhutla di Kalteng dan Kalimantan Barat. Pemerintah menyatakan pemantauan serta pengendalian terus dilakukan.

Situasi ini kembali mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar dan asap menyebar. Deteksi dini, patroli lapangan, pemantauan hotspot, pembasahan lahan gambut, hingga kesiapan peralatan pemadaman harus berjalan secara bersamaan.

Yang juga penting, citra satelit perlu dibaca sebagai alat pemantauan awal. Untuk memastikan lokasi, sumber api, luas terbakar, maupun pihak yang bertanggung jawab, tetap diperlukan verifikasi lapangan serta data pendukung lainnya.

Karhutla bukan hanya persoalan api. Ketika asap mulai menyebar lintas wilayah, dampaknya menyentuh kesehatan masyarakat, transportasi, aktivitas ekonomi dan kualitas lingkungan.

Karena itu, setiap titik panas tidak boleh sekadar menjadi angka dalam laporan. Hotspot harus ditindaklanjuti sebelum berubah menjadi kebakaran yang lebih luas dan kembali menghasilkan asap (AK)

.Data pendukung: Kementerian Kehutanan.


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *