PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

LOKAL SOSIAL BUDAYA

Kakanwil Kemenag Soroti Ancaman Paham IRET di Kalangan Remaja Kalteng

Bagikan Berita

Palangka Raya, Pradanamedia – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, H. Yusi Abdian, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang dinilai masih berpotensi menyasar kalangan remaja di era digital.

Menurut Yusi Abdian, perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membuka akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi dan ideologi. Kondisi tersebut membuat remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan, terutama karena berada pada fase pencarian jati diri dan aktif berinteraksi di ruang digital.

“Pengawasan dan pendampingan terhadap remaja perlu diperkuat. Orang tua harus mengetahui aktivitas anak-anaknya, termasuk konten yang mereka konsumsi di media sosial,” ujar Yusi Abdian melalui Kasi Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kalteng, H. Abdul Hakim.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan penyebaran paham IRET tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat keamanan. Keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan generasi muda dari pengaruh ajaran yang mengarah pada sikap intoleran maupun tindakan kekerasan.

Selain penguatan pengawasan, Yusi juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai bekal bagi remaja dalam menghadapi derasnya arus informasi di dunia maya. Kemampuan memilah dan memverifikasi informasi dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah masuknya narasi yang dapat memicu perpecahan dan mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, lingkungan sosial yang sehat dan terbuka perlu terus dibangun agar remaja memiliki ruang untuk berkembang secara positif serta mampu menghargai perbedaan yang ada di tengah masyarakat.

Yusi Abdian mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Tengah untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di ruang digital. Keterlibatan aktif keluarga, sekolah, organisasi keagamaan, dan komunitas dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter remaja.

Ia menambahkan, menjaga generasi muda dari pengaruh ideologi yang menyimpang merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, sinergi seluruh pihak perlu terus diperkuat agar generasi muda tumbuh dengan pemahaman yang moderat, terbuka, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.(AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *