PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

HUKUM KEAMANAN DAN PERISTIWA LOKAL OLAHRAGA

Jalur Ekstrem Gunung Mas Makan Korban, Land Rover Peserta Camel Trophy Terbakar di Bukit Keramat

Bagikan Berita

Gunung Mas, Pradanamedia – Perjalanan ekstrem rombongan Kalimantan Tribute Camel Trophy 2026 berubah menjadi insiden dramatis setelah satu unit kendaraan peserta mengalami kecelakaan hingga berujung kebakaran di jalur pedalaman Kabupaten Gunung Mas, Kamis (30/4/2026).

Rombongan yang bergerak dari Desa Tumbang Anoi, Kecamatan Damang Batu menuju jalur hauling Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, mulai melintasi rute berat sejak siang hari. Sekitar pukul 15.00 WIB, tiga unit kendaraan peserta memasuki jalur Damang Batu yang dikenal menantang dengan kontur tanah dan medan berbukit.

Memasuki sore hari, sekitar pukul 17.45 WIB, insiden terjadi di kawasan puncak Bukit Keramat, Desa Tumbang Mahuroi. Salah satu kendaraan dilaporkan terbalik setelah menghantam lubang di jalur tersebut. Kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah Land Rover Series 3 bernomor polisi B 1535 XK dengan nomor registrasi event KT 038, yang dikemudikan Bambang Tuslan bersama co-driver Felix.

Upaya evakuasi sempat dilakukan dengan bantuan kendaraan pendukung untuk mengembalikan posisi mobil. Namun saat dilakukan pengecekan dan percobaan menyalakan mesin, kendaraan tidak merespons. Tak lama kemudian, percikan api muncul dari ruang mesin, memicu kepanikan di lokasi kejadian.

Mengetahui adanya potensi kebakaran, pengemudi dan co-driver segera menyelamatkan diri. Dalam kondisi tidak terkendali, kendaraan kembali meluncur ke bawah, terbalik dan menghantam gundukan tanah. Bensin cadangan yang tersimpan di bagian belakang kendaraan tumpah dan menyambar api, menyebabkan kobaran membesar dengan cepat.

Tiga unit alat pemadam api ringan (APAR) sempat digunakan untuk mengendalikan api, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kobaran api terus membesar hingga melahap sebagian besar badan kendaraan. Sekitar 70 persen bagian mobil dilaporkan hangus terbakar, menyisakan bagian depan yang relatif utuh.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh kru berhasil menyelamatkan diri, meski kerugian material ditaksir cukup besar akibat kerusakan kendaraan dan perlengkapan yang ikut terbakar.

Insiden ini kembali menjadi pengingat kerasnya medan ekspedisi di wilayah pedalaman Kalimantan yang membutuhkan kesiapan teknis, kewaspadaan tinggi, serta standar keselamatan maksimal bagi setiap peserta. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *