“Tabrakan Maut di Jalan Pemuda Kapuas: Dua Nyawa Melayang, Jalan Raya Kembali Menagih Korban”

KAPUAS/PRADANAMEDIA – Jalan raya kembali menuliskan duka. Sebuah kecelakaan tragis yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di ruas Jalan Pemuda Km 3,5, Kelurahan Selat Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden itu berujung maut: dua orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka serius.
Peristiwa bermula ketika sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Muhamad Ishaq melaju dari arah bundaran besar menuju Palingkau. Ironisnya, kendaraan tersebut membawa tiga penumpang sekaligus. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Aerox yang dikendarai Arifin dengan satu penumpang. Dalam hitungan detik, dua kendaraan itu bertabrakan keras di tengah ruas jalan yang ramai dilalui pengendara.
Benturan keras tidak terelakkan. Muhamad Ishaq mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara salah satu penumpangnya, Rini, yang mengalami cedera berat di kepala, sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan.
Korban lain tidak luput dari luka. Dua penumpang Honda Beat lainnya, Aisyah dan Muhamad Jalaludin, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pengendara Yamaha Aerox, Arifin, serta penumpangnya Ade, juga mengalami luka pada bagian kepala dan tubuh akibat kerasnya benturan tersebut.
Kecelakaan ini kembali membuka fakta pahit tentang wajah lalu lintas di daerah: kendaraan kecil dipaksa mengangkut penumpang berlebih, kecepatan kerap tak terkendali, dan kesadaran keselamatan masih sering diabaikan. Jalan raya pun berubah menjadi arena risiko yang sewaktu-waktu bisa menelan korban.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Kapuas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Penyelidikan masih berlangsung guna memastikan faktor utama yang memicu tragedi tersebut.
Tragedi di Jalan Pemuda ini menjadi pengingat keras: jalan bukan sekadar jalur perjalanan, tetapi juga ruang keselamatan yang menuntut disiplin. Ketika aturan diabaikan dan kewaspadaan ditinggalkan, maka korban jiwa kerap menjadi harga yang harus dibayar. (AK)





