
Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah melalui program pasar murah yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Istana Isen Mulang.
Program ini tidak sekadar simbolis, tetapi dirancang sebagai intervensi langsung untuk menekan beban ekonomi warga di tengah tren kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Sasaran utamanya pun jelas: kelompok pekerja rentan seperti ojek online, petugas kebersihan, hingga lembaga sosial masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa negara harus hadir di saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, terutama menjelang Lebaran yang identik dengan lonjakan kebutuhan.
“Kami ingin masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi kenaikan harga bahan pokok,” tegasnya.
Yang membuat program ini lebih progresif, Pemprov Kalteng tidak hanya memberikan subsidi—tetapi menggratiskan paket sembako bagi masyarakat. Sebanyak 2.052 paket disalurkan, masing-masing berisi beras, gula, dan minyak goreng dengan nilai total lebih dari Rp145 ribu per paket yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.
Tak berhenti di distribusi sembako, pemerintah juga menyalurkan bantuan tambahan berupa Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pengemudi ojek online serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional sebagai bagian dari pendekatan sosial yang lebih komprehensif.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, langkah ini mengirim pesan kuat: belanja negara tetap diprioritaskan untuk kebutuhan dasar masyarakat. Program pasar murah juga dikaitkan dengan strategi jangka panjang melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), yang menyasar sektor pangan hingga kesejahteraan sosial secara menyeluruh.
Secara lebih luas, kebijakan ini bukan hanya soal bantuan sesaat, tetapi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di daerah. Pemerintah daerah tampak mulai menggeser pendekatan—dari sekadar pengendalian inflasi berbasis data, menjadi intervensi langsung yang menyentuh kelompok paling terdampak.
Dengan skema subsidi hingga gratis, Pemprov Kalteng berupaya memastikan bahwa perayaan Idulfitri tidak menjadi beban tambahan, melainkan tetap menjadi momentum kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat.





