PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

INTERNASIONAL POLITIK

Setelah Iran dan Venezuela, Trump Isyaratkan Bidik Kuba: Ketegangan Baru di Karibia

Bagikan Berita

Jakarta, Pradanamedia – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perhatian dunia setelah memberi sinyal bahwa kebijakan luar negeri Washington selanjutnya kemungkinan akan berfokus pada negara di kawasan Karibia, yakni Cuba.

Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintahannya terlibat dalam sejumlah operasi dan tekanan geopolitik terhadap negara lain seperti Iran dan Venezuela. Trump menyebut fokus terhadap Kuba dapat dilakukan setelah konflik atau agenda utama terkait Iran diselesaikan terlebih dahulu. Dilangsir dari The Times of India.

Dalam wawancara terbaru, Trump bahkan menilai kondisi pemerintahan Kuba saat ini berada dalam situasi yang sulit akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Ia mengklaim pemerintah di Havana tengah menghadapi tekanan besar dan membuka peluang untuk melakukan kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Trump juga mengungkap rencana untuk menugaskan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, guna memimpin komunikasi dan pembicaraan terkait situasi di Kuba. Rubio yang memiliki latar belakang keluarga keturunan Kuba dinilai memahami dinamika politik di negara tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Kuba menanggapi perkembangan ini dengan menunjukkan dukungan terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Langkah tersebut dinilai memperlihatkan posisi politik Havana dalam menghadapi tekanan dari Washington.

Pengamat internasional menilai pernyataan Trump tersebut berpotensi memperluas ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Sejumlah pihak khawatir bahwa fokus baru terhadap Kuba dapat memicu dinamika politik dan keamanan baru di wilayah tersebut.

Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai langkah konkret yang akan diambil Amerika Serikat terhadap Kuba. Namun, pernyataan Trump telah memunculkan spekulasi bahwa negara kepulauan itu bisa menjadi pusat perhatian kebijakan luar negeri Washington berikutnya setelah konflik yang melibatkan Iran dan perubahan situasi politik di Venezuela. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *