Rakorda V Wanita Katolik Kalteng 2026 Resmi Dibuka di Barsel, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan
Pradanamedia/Barito Selatan – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) V Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Kalimantan Tengah Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan dan berlangsung dengan khidmat.
Pembukaan Rakorda dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan instansi, di antaranya Wakil Bupati Barito Selatan, Kepala Kemenag Barito Selatan, Ketua GOW Barito Selatan, Wakil Ketua BKOW Provinsi Kalimantan Tengah, Vikaris Jenderal Keuskupan Palangkaraya, Ketua Presidium WKRI DPD Kalteng, Ketua WKRI Buntok, perwakilan organisasi perempuan lintas agama, para tokoh serta peserta Rakorda dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan Ketua Presidium WKRI DPD Kalimantan Tengah, Yanie Gandhi. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Rakorda V dengan lancar serta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan atas dukungan dan fasilitas yang diberikan.
Yanie menegaskan, Rakorda merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang relevan dengan tantangan zaman. Ia menyebutkan, tema Rakorda tahun ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas perempuan Katolik dalam bidang sosial, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga. Seluruh peserta pun diajak berperan aktif menyumbangkan ide dan gagasan demi kemajuan WKRI di tingkat daerah maupun provinsi.
Sementara itu, Wakil Ketua BKOW Provinsi Kalimantan Tengah, Dra. Hj. Tati Sumiati, M.Si, yang hadir mewakili Ketua BKOW, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata WKRI dalam pembangunan daerah. Ia menilai WKRI memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan moral keluarga.
Menurutnya, sinergi antarorganisasi perempuan sangat dibutuhkan untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam peningkatan kapasitas perempuan, perlindungan anak, pendidikan, kesehatan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi. Ia juga mendorong anggota WKRI untuk terus menumbuhkan semangat toleransi dan memperluas jejaring dengan organisasi perempuan lainnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Uskup Keuskupan Palangkaraya yang diwakili Vikjen Keuskupan, RD. Silvanus Subandi. Ia menyampaikan salam dan berkat dari Uskup kepada seluruh peserta Rakorda serta menegaskan dukungan Gereja terhadap kiprah Wanita Katolik RI sebagai bagian dari pelayanan umat di tengah masyarakat.
RD. Silvanus mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam menanamkan nilai kasih, kejujuran, dan pelayanan, baik di lingkungan keluarga maupun sosial. Ia berharap Rakorda tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga langkah konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas.
Rakorda V secara resmi dibuka oleh Bupati Barito Selatan yang diwakili Wakil Bupati Barito Selatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta serta mengapresiasi peran WKRI dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, produktif, dan berdaya saing.
Pemerintah Daerah, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi dengan organisasi perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari pembangunan keluarga, pendidikan karakter, kesehatan ibu dan anak, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia berharap hasil Rakorda dapat memperkuat kontribusi WKRI dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan pembukaan Rakorda berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam suasana aman dan kondusif, ditutup dengan sesi foto bersama. Selanjutnya, pada sore hari pukul 16.00 WIB, dilaksanakan Misa Natal sekaligus penutupan Rakorda V WKRI DPD Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Gereja Katolik Santo Paulus Buntok, Jalan Panglima Batur. (AK)





