
JAKARTA/PRADANAMEDIA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui penyesuaian skema dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk opsi pemberian makanan yang cukup dilakukan satu kali dalam sehari.
Kebijakan ini muncul sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan, yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek distribusi hingga kualitas layanan. Pemerintah menilai penyesuaian skema diperlukan agar program tetap berjalan optimal dan tepat sasaran.
Langkah pengurangan frekuensi pemberian makanan tersebut juga dikaitkan dengan upaya efisiensi anggaran tanpa mengorbankan tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Dengan skema satu kali sehari, pemerintah berharap kualitas makanan yang disalurkan dapat lebih terjaga.
Meski demikian, pemerintah menegaskan program MBG tidak akan dihentikan. Sebaliknya, berbagai perbaikan terus dilakukan, termasuk penguatan sistem pengawasan serta standarisasi dapur penyedia makanan. Sebelumnya, lebih dari 1.000 dapur MBG diketahui telah dihentikan sementara karena tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Evaluasi menyeluruh juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengawasan langsung di lapangan dan membuka ruang partisipasi publik untuk melaporkan kendala dalam pelaksanaan program. Hal ini dilakukan guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.
Pemerintah menekankan bahwa penyesuaian skema bukan berarti menurunkan komitmen terhadap program prioritas tersebut, melainkan bagian dari strategi agar MBG tetap berkelanjutan, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat di tengah tekanan fiskal dan dinamika ekonomi global. (AK)





