PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

LOKAL SOSIAL BUDAYA

May Day di Bartim: Serikat Buruh Tegaskan Persatuan, Tolak Isu Pecah Belah

Bagikan Berita

Tamiyang Layang, Pradanamedia – Momentum Hari Buruh mulai terasa di Barito Timur. Namun alih-alih mengusung nada konfrontatif, kalangan pekerja justru menegaskan arah berbeda: menjaga persatuan dan menutup ruang bagi provokasi.

Ketua KSPI Barito Timur, Syahrul S, menyampaikan sikap tegas bahwa peringatan May Day tahun ini harus menjadi panggung solidaritas lintas kelompok pekerja, tanpa terjebak dalam agenda yang berpotensi memecah belah.

Menurutnya, kekuatan buruh tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi pada kemampuan menjaga kebersamaan di tengah keragaman. Ia menekankan bahwa identitas pekerja Indonesia tidak bisa dilepaskan dari semangat kebhinekaan yang sudah menjadi fondasi bangsa.

“May Day bukan sekadar seremoni atau ajang tuntutan, tapi juga momen memperkuat persatuan. Jangan sampai disusupi paham yang merusak kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika sosial belakangan ini menunjukkan adanya potensi penyusupan ideologi yang dapat mengganggu stabilitas. Karena itu, pekerja diminta tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi ekstrem maupun intoleran.

Bagi Syahrul, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab kolektif, termasuk kalangan buruh.

Sikap ini sekaligus menjadi penegasan bahwa gerakan pekerja di daerah tidak hanya fokus pada isu kesejahteraan, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga ruang sosial tetap kondusif.

Di sisi lain, dinamika peringatan May Day di daerah mulai menunjukkan pergeseran pola. Jika sebelumnya identik dengan tekanan jalanan dan tuntutan keras, kini pendekatan yang lebih cair dan kolaboratif mulai mengemuka. Sejumlah elemen buruh memilih membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain sebagai jalur alternatif menyuarakan aspirasi.

Langkah ini dinilai sebagai strategi realistis di tengah situasi sosial yang sensitif, di mana setiap gesekan kecil berpotensi membesar jika tidak dikelola dengan baik. Stabilitas daerah menjadi variabel penting yang tidak bisa diabaikan, terutama dalam konteks daerah yang tengah mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Penguatan narasi persatuan juga dibaca sebagai respons terhadap maraknya konten provokatif di ruang digital yang kerap memanfaatkan isu buruh untuk memancing konflik horizontal. Dalam konteks ini, kesadaran kolektif pekerja menjadi benteng awal untuk menyaring informasi dan menjaga arah gerakan tetap substantif.

Sejumlah pengamat lokal menilai, sikap yang diambil KSPI Bartim mencerminkan kedewasaan gerakan buruh di daerah. Tidak hanya vokal dalam memperjuangkan hak, tetapi juga adaptif dalam membaca situasi sosial-politik yang berkembang.

Dengan narasi persatuan yang dikedepankan, May Day di Barito Timur diproyeksikan berjalan tanpa gejolak—sebuah pesan bahwa solidaritas buruh bisa hadir tanpa harus berhadap-hadapan dengan stabilitas.(AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *