
Gunung Mas, Pradanamedia – Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Desa Tumbang Ampit, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (13/3/2026) sore. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 11 bangunan rumah milik warga setempat dengan taksiran kerugian material mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan RT 004 Desa Tumbang Ampit. Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya sehingga sejumlah bangunan tidak dapat diselamatkan.
Adapun pemilik rumah yang terdampak sekaligus menjadi saksi dalam kejadian tersebut antara lain Tarniati, Darwan, Asar, Koneng, Silo, Garuda, Rodi, Arif, Bapa Ronal, dan Indu Budi.
Berdasarkan keterangan awal, sumber api diduga berasal dari salah satu rumah warga milik Tarniati. Saat itu ia melihat api sudah membesar dari kamar tidur rumahnya. Sebelumnya, di lokasi tersebut sedang dilakukan pengisian baterai telepon genggam serta baterai tenaga surya.

Dari hasil koordinasi awal dengan petugas PLN Tewah, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik akibat beban arus yang berlebihan. Selain itu, kabel yang digunakan diduga tidak memenuhi standar instalasi kelistrikan.
Mengetahui adanya api, warga setempat bersama korban berupaya melakukan pemadaman secara manual. Namun kobaran api yang terus membesar membuat upaya tersebut tidak berhasil menahan penyebaran api ke bangunan lainnya.
Petugas kemudian mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, masing-masing satu unit dari Kecamatan Tewah dan dua unit dari Kabupaten Gunung Mas. Proses pemadaman juga dibantu masyarakat sekitar hingga akhirnya api berhasil dikendalikan.
Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kebakaran ini menyebabkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.
Hingga kini aparat bersama pihak terkait masih melakukan pendataan serta penanganan lanjutan terhadap para korban terdampak kebakaran di Desa Tumbang Ampit. (ABY)




