Dunia Konservasi Berduka, Tokoh Penyelamat Orangutan Biruté Galdikas Tutup Usia

Palangka Raya, Pradanamedia – Kabar duka datang dari dunia konservasi internasional. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ilmuwan dan pejuang lingkungan, Biruté Galdikas, sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pelindung orangutan dan hutan tropis di Kalimantan.
Kepergian tokoh konservasi tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi komunitas ilmiah dunia, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan Tengah yang selama ini menjadi saksi dedikasinya dalam menjaga kelestarian alam dan satwa endemik Borneo. Pemerintah daerah menilai kontribusi Galdikas sangat besar dalam upaya penyelamatan orangutan serta pelestarian ekosistem hutan hujan tropis di wilayah tersebut.
Selama lebih dari setengah abad, Galdikas mengabdikan hidupnya untuk meneliti dan melindungi orangutan di Pulau Borneo. Ia dikenal sebagai salah satu primatolog terkemuka di dunia yang mendedikasikan penelitian panjang mengenai perilaku, habitat, hingga upaya rehabilitasi satwa langka tersebut.
Perjalanan panjang pengabdian Galdikas dimulai sejak tahun 1971 ketika ia datang ke Kalimantan dan mendirikan pusat penelitian di kawasan Camp Leakey yang berada di Tanjung Puting National Park. Dari tempat inilah berbagai penelitian penting mengenai kehidupan orangutan dilakukan, sekaligus menjadi pusat rehabilitasi bagi orangutan yang diselamatkan dari perdagangan ilegal maupun kehilangan habitat.
Tak hanya fokus pada penelitian, Galdikas juga aktif menggerakkan berbagai program konservasi melalui organisasi Orangutan Foundation International yang ia dirikan. Organisasi tersebut berperan dalam upaya perlindungan habitat, penyelamatan orangutan terlantar, hingga kampanye global untuk menjaga kelestarian hutan tropis.
Atas dedikasinya, Galdikas menerima berbagai penghargaan internasional, termasuk penghargaan lingkungan bergengsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa serta penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Indonesia. Pengakuan tersebut menjadi bukti kontribusi besar yang ia berikan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Tokoh yang lahir pada 10 Mei 1946 itu meninggal dunia pada 24 Maret 2026 dalam usia 79 tahun. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai ilmuwan yang tak hanya meneliti, tetapi juga berjuang langsung di lapangan demi menyelamatkan populasi orangutan yang terancam punah.
Pemprov Kalimantan Tengah menilai warisan perjuangan Galdikas akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi mendatang dalam menjaga kelestarian alam. Dedikasi dan semangatnya menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan di bumi.
Kepergian Galdikas menjadi kehilangan besar bagi dunia konservasi. Namun, jejak perjuangannya dalam melindungi orangutan dan hutan Kalimantan diyakini akan terus hidup melalui berbagai program pelestarian yang ia rintis selama puluhan tahun. (AK)





