PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI NASIONAL

Duit Nganggur di Bank Sentral, Kredit Seret: Purbaya Sentil Bank yang Main Aman

Bagikan Berita

Jakarta, Pradanamedia – Purbaya Yudhi Sadewa menyentil langsung kebiasaan bank di Indonesia yang dinilai lebih suka “parkir” dana di Bank Indonesia ketimbang menyalurkannya ke sektor riil.

Nada kritiknya jelas: likuiditas ada, tapi tidak bergerak.

Alih-alih mengalir ke kredit usaha, dana justru mengendap di instrumen bank sentral yang nyaris tanpa risiko. Aman, tapi tidak produktif. Dalam situasi seperti ini, fungsi bank sebagai penyalur dana praktis melemah.

Di lapangan, kebutuhan pembiayaan sebenarnya terbuka. Program pemerintah jalan, sektor usaha butuh dorongan, tapi aliran kredit tidak seagresif yang diharapkan. Celahnya terlihat—uang ada, tapi tidak sampai ke yang butuh.

Purbaya membaca ini sebagai pola: bank cenderung menahan diri, menghindari risiko, dan memilih posisi paling aman. Konsekuensinya, perputaran ekonomi tidak maksimal.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan mulai mendorong perbankan agar lebih terlibat dalam pembiayaan sektor prioritas. Tapi dorongan ini berhadapan dengan realitas di industri—kalkulasi risiko masih jadi rem utama.

Yang tampak di permukaan sederhana: kredit tidak tumbuh secepat potensi. Tapi di balik itu, ada perubahan perilaku—bank lebih nyaman jadi “penyimpan” daripada penggerak.

Kondisi ini memunculkan ironi: di saat ekonomi butuh dorongan, sebagian dana justru diam di tempat paling aman. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *