PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

HUKAM LOKAL

Bentrok di Area PT Asmin Bara Bronang, Kapolres Kapuas Sampaikan Keprihatinan dan Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas

Bagikan Berita

Kapuas, Pradanamedia – Insiden bentrokan yang terjadi di kawasan jalan hauling milik PT Asmin Bara Bronang (ABB) di Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang mengakibatkan korban dari pihak kepolisian maupun masyarakat.

Kapolres menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan situasi yang tidak diharapkan oleh semua pihak. Ia menyebutkan, dalam peristiwa itu sejumlah anggota Polri serta warga dilaporkan mengalami luka-luka.  

“ Kami turut prihatin atas kejadian yang sama-sama tidak kita inginkan ini, karena ada korban dari anggota Polri maupun masyarakat,” ujar Kapolres Kapuas.

Menurutnya, sejak awal aparat kepolisian telah mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani situasi di lapangan. Penanganan dilakukan setelah adanya aksi penutupan jalan hauling oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat.

Sebelum situasi memanas, aparat bersama unsur pemerintah daerah serta tokoh adat setempat telah berupaya melakukan dialog dan memberikan imbauan agar massa membubarkan diri secara tertib demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan sehingga situasi berkembang menjadi aksi saling dorong dan perlawanan terhadap petugas.  

Dalam kericuhan tersebut, tiga personel kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat serangan senjata tajam dan langsung mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, aparat sebelumnya telah melepaskan tembakan peringatan sebagai langkah preventif. Karena situasi dinilai mengancam keselamatan petugas, polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku penyerangan.  

Akibatnya, dua orang dari pihak massa mengalami luka tembak di bagian kaki dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan sengketa lahan antara pihak perusahaan dan sejumlah warga yang selama ini belum menemukan titik penyelesaian. Konflik itu kemudian memicu aksi pemortalan jalan hauling yang berdampak pada terganggunya aktivitas operasional perusahaan.  

Kapolres Kapuas kembali mengimbau seluruh pihak agar menahan diri serta mengedepankan dialog dan jalur hukum dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan korban maupun konflik berkepanjangan. (JOE)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *