Abraham Samad Ungkap Kemarahan Prabowo soal 9 Naga, Dinilai Terlalu Lama Kuasai SDA Nasional

Pradanamedia, Jakarta – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad membeberkan sikap tegas Presiden RI Prabowo Subianto terhadap kelompok pengusaha besar yang kerap disebut sebagai 9 Naga. Dalam pertemuannya dengan Presiden, Abraham mengungkapkan bahwa Prabowo menunjukkan kemarahan karena menilai kelompok tersebut telah bertahun-tahun menikmati dan menguasai sumber daya alam (SDA) Indonesia secara berlebihan.
Menurut Abraham, Presiden Prabowo memandang pengelolaan kekayaan alam nasional tidak boleh terus didominasi segelintir elite ekonomi. Negara, kata dia, harus hadir secara tegas untuk memastikan SDA dikelola sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
Pernyataan Abraham Samad itu turut diperkuat oleh Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis, Ahmad Khozinudin. Ia menilai kelompok 9 Naga merupakan pihak yang paling meraup keuntungan dari melimpahnya bahan baku, ketersediaan tenaga kerja, serta besarnya pasar domestik Indonesia yang mencapai sekitar 285 juta penduduk.
Khozinudin menyebut, keuntungan besar tersebut membuat kelompok oligarki berupaya menekan negara agar kebijakan publik tunduk pada kepentingan bisnis mereka. Ia menilai praktik semacam ini berpotensi melemahkan kedaulatan ekonomi nasional dan merugikan kepentingan masyarakat luas.
Lebih jauh, Khozinudin menyinggung bahwa dominasi oligarki tersebut sempat menguat pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Pada periode itu, ia menilai sejumlah kebijakan negara cenderung lebih mengakomodasi kepentingan elite ekonomi dibandingkan kebutuhan dan kepentingan publik secara luas. (AK)





