Semarak HUT ke-80 RI, Gubernur Agustiar Sabran Launching Cek Kesehatan Gratis dan Lomba Olahraga Seni di Palangka Raya

LOKAL PEMERINTAHAN

**PRADANAMEDIA / PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran secara resmi melaunching kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi Pelajar dan Mahasiswa, serta Lomba Olahraga dan Seni dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara berlangsung meriah di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (18/8).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menyalakan kembali semangat perjuangan dalam membangun bangsa, khususnya Kalteng yang maju, sejahtera, adil, dan bermartabat.

“Program cek kesehatan ini tersedia untuk semua usia dan dilakukan setiap tahun. Pemeriksaan gratis mencakup bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia,” ujar Gubernur.

Program layanan kesehatan ini menjadi bagian dari Program HUMA BETANG, yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain pelayanan kesehatan, semarak peringatan kemerdekaan juga diwarnai dengan Lomba Olahraga Tradisional dan Seni yang digelar di Halaman Istana Isen Mulang dan Bundaran Besar. Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi.

“Saya mengajak seluruh ASN, TNI, Polri, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, organisasi masyarakat, dan pemuda untuk bersama-sama memeriahkan lomba ini. Selain hiburan, kegiatan ini juga sarat makna dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya lokal,” tegasnya.

Plt. Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, dalam laporannya menyebutkan jumlah peserta cek kesehatan gratis mencapai sekitar 2.000 orang, terdiri dari pelajar SMA/sederajat serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya.

Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga Kalteng turut menyelenggarakan delapan jenis lomba yang penuh keceriaan, yakni balap karung, tarik tambang, mengisi air dalam botol, balap kelereng, memasukkan pasir dalam botol, panjat pinang, makan kerupuk, serta lomba vokal solo.

Rangkaian kegiatan ini semakin menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga ruang kebersamaan, kesehatan, dan pelestarian budaya untuk mempererat persatuan masyarakat Kalteng. (RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *