
PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya lepas dari Kota Palangka Raya. Di tengah kondisi udara yang masih menjadi perhatian, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung ke ruang publik membagikan masker kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.Bukan hanya pemerintah yang turun. Puluhan media dan jurnalis dari berbagai perusahaan pers di Kota Palangka Raya ikut terlibat dalam aksi pembagian perlindungan bagi warga yang tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.Sebanyak 3.000 masker dibagikan kepada masyarakat. Selain masker, warga juga mendapatkan vitamin Biolysin dan makanan ringan.
Aksi ini menjadi bentuk respons langsung terhadap dampak karhutla yang tidak hanya menyangkut titik api dan lahan terbakar, tetapi juga kualitas udara serta kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut bukan persoalan baru. Sebelumnya, kualitas udara Palangka Raya sempat mencapai kategori berbahaya akibat konsentrasi partikulat PM2.5 yang tinggi.Asap Belum Selesai, Perlindungan Warga Diperkuat
Pemerintah Provinsi Kalteng sebelumnya juga telah mendorong berbagai langkah untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Salah satunya melalui penyediaan Rumah Oksigen bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Pemerintah juga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Bahkan, persoalan asap telah berdampak hingga ke sektor pendidikan. Pemerintah sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh sebelum kemudian melakukan penyesuaian pembelajaran berdasarkan perkembangan kualitas udara.Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga sebelumnya meninjau aktivitas pendidikan di Palangka Raya di tengah kondisi kabut asap dan mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan warga sekolah.
Masker Membantu, Tapi Api Harus DituntaskanPembagian masker tentu menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan asap. Namun, persoalan utamanya tetap berada pada sumber masalah: karhutla yang harus dikendalikan sampai tuntas.Artinya, perlindungan kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pemadaman titik api, pendinginan lahan gambut, pencegahan kebakaran baru, serta pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.Sebab, selama sumber asap masih ada, masker hanya menjadi perlindungan sementara bagi masyarakat.
Kegiatan Gubernur Agustiar bersama insan pers di Bundaran Besar ini sekaligus memperlihatkan bahwa dampak karhutla sudah menjadi persoalan bersama. Pemerintah, media, aparat, relawan dan masyarakat memiliki kepentingan yang sama: udara bersih dan keselamatan warga.Kini tantangannya bukan sekadar membagikan masker, tetapi memastikan kabut asap benar-benar berakhir dan masyarakat kembali menghirup udara tanpa rasa khawatir.
Pradanamedia — Masker dibagikan hari ini, tetapi perang melawan sumber asap belum boleh berhenti. (AK)






