PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

HUKUM KEAMANAN DAN PERISTIWA LOKAL SOSIAL BUDAYA

Api Karhutla Tjilik Riwut Belum Menyerah, Sumur Bor 3 Kilometer Dikebut

Bagikan Berita

PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21–23, Desa Marang, Palangka Raya, belum sepenuhnya jinak. Api yang sebelumnya berhasil dipadamkan kembali muncul setelah hembusan angin kencang memperbesar potensi penyebaran.

Kondisi ini membuat penanganan karhutla kembali dikebut. Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Sabtu (5/9/2026) malam.

Tak ingin api kembali meluas, seluruh kekuatan Satgas Karhutla dikerahkan. TNI-Polri, BPBD, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni hingga para relawan bergerak bersama melakukan pemadaman dan pelokalan titik api.

Yang menjadi perhatian serius adalah ketersediaan air. Untuk mempercepat pemadaman, tim gabungan sepakat mengoptimalkan pembangunan maupun pemanfaatan sumur bor sepanjang hampir 3 kilometer di sekitar kawasan terdampak.

Langkah ini menjadi penting karena pemadaman karhutla tidak cukup hanya mengandalkan personel dan armada. Ketika sumber air terbatas sementara api terus bergerak mengikuti arah angin, strategi penguasaan sumber air menjadi salah satu kunci untuk memutus pergerakan api.

Di sisi lain, opsi pemadaman dari udara juga disiapkan. Water bombing akan dilakukan apabila kondisi jarak pandang memungkinkan, sehingga penanganan dapat dilakukan dari dua sisi, darat dan udara.

Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Sebagian besar titik api disebut telah berhasil dipadamkan, sementara petugas kini berkonsentrasi melakukan pelokalan untuk memastikan bara tidak kembali membesar.

Ancaman lain juga menjadi perhatian. Tim gabungan melakukan penyekatan dan blocking agar kobaran api tidak bergerak lebih jauh dan berpotensi merembet ke kawasan Taman Nasional.

Pesannya jelas: karhutla di Tjilik Riwut bukan sekadar soal memadamkan api yang terlihat. Tantangan sebenarnya adalah memastikan api yang berada di dalam lahan benar-benar terkendali dan tidak kembali muncul ketika angin menguat.

Kapolda Kalteng menegaskan seluruh personel gabungan akan terus bekerja sampai kebakaran dapat dikendalikan.

“Pantang mundur sebelum padam.”

Kini, perhatian tertuju pada efektivitas strategi tersebut. Sumur bor sepanjang hampir tiga kilometer disiapkan, water bombing menunggu kondisi memungkinkan, sementara pasukan darat terus melakukan pemadaman dan blocking.

Pertarungan melawan karhutla di Tjilik Riwut pun belum selesai. Api boleh kembali menyala, tetapi upaya untuk menjinakkannya juga terus diperkuat. (Red)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *