BUKAN SEKADAR LARI, TAMBUN BUNGAI RUN JADI PANGGUNG KEBERSAMAAN TNI, POLRI DAN RAKYAT KALTENG

PALANGKA RAYA, PRADANAMEDIA — Ribuan langkah kaki bergerak dalam satu irama. Semangat olahraga, nasionalisme dan kebersamaan menyatu dalam gelaran Tambun Bungai Run yang digelar di depan Makodam XXII/Tambun Bungai, Jalan Imam Bonjol Nomor 5, Palangka Raya, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran hadir bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, perangkat daerah hingga masyarakat.
Bendera start dikibarkan. Lintasan pun menjadi saksi bagaimana masyarakat dan aparat negara berbaur tanpa sekat. Bagi Gubernur Agustiar Sabran, Tambun Bungai Run memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar catatan waktu atau memperebutkan medali.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur atas dua momentum besar sekaligus, sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keamanan, kedamaian serta kedaulatan di Kalimantan Tengah.Di sinilah pesan pentingnya: olahraga menjadi jembatan persatuan.
Lari mempertemukan siapa saja. Tidak peduli latar belakang, profesi maupun usia. Semua berdiri di garis yang sama, bergerak menuju tujuan yang sama, dan merasakan semangat kebersamaan yang sama.
Gubernur Agustiar menilai olahraga lari kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus gerakan sosial positif, terutama di kalangan generasi muda. Karena itu, kegiatan seperti Tambun Bungai Run dinilai memiliki nilai strategis dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif dan produktif.
Tambun Bungai Run diikuti berbagai kalangan, mulai masyarakat umum hingga personel TNI dan Polri. Tiga kategori dipertandingkan, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, serta 2 kilometer khusus penyandang disabilitas.Kehadiran kategori bagi penyandang disabilitas menjadi pesan bahwa semangat olahraga dan kebersamaan harus terbuka bagi semua. Tidak ada yang boleh ditinggalkan dalam gerakan membangun masyarakat yang sehat dan harmonis.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi untuk mendorong terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur serta mendukung Kalteng yang semakin maju dan sejahtera.Kegiatan semakin meriah dengan pemotongan tumpeng memperingati HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai, hiburan serta pembagian doorprize bagi peserta.Namun, yang paling penting bukanlah siapa yang paling cepat sampai di garis finis.Yang lebih penting adalah siapa yang mampu membawa semangat kebersamaan itu setelah garis finis dilewati.
Tambun Bungai Run menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang sehat, positif dan menyatukan. TNI, Polri dan masyarakat berdiri dalam satu semangat: menjaga persatuan sekaligus membangun Kalimantan Tengah dengan energi positif.Sebab Indonesia tidak membutuhkan generasi yang hanya pandai merayakan kemerdekaan.Indonesia membutuhkan generasi yang sehat, disiplin, solid, berprestasi dan siap mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.
Dari Palangka Raya, Tambun Bungai Run mengirim pesan sederhana namun kuat: lari bersama, bergerak bersama, menjaga persatuan bersama.Karena ketika langkah kaki bergerak dalam satu irama, perbedaan tidak menjadi jarak.Ia berubah menjadi kekuatan. (AK)






