
PALANGKA RAYA, Pradanamedia – Lomba Menembak dan Sumpit Bhayangkara Cup dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 menghadirkan suasana berbeda di Kalimantan Tengah. Jika cabang menembak identik dengan keterampilan aparat dan atlet, justru perlombaan sumpit tradisional menjadi salah satu yang paling menyita perhatian peserta dan tamu undangan.
Kegiatan yang digelar Polda Kalimantan Tengah tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, hingga komunitas olahraga. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menghadirkan ruang interaksi yang lebih cair di luar agenda fl pemerintahan.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi pelaksanaan Bhayangkara Cup yang dinilai mampu menghadirkan kebersamaan antarlembaga sekaligus memperkenalkan olahraga tradisional daerah kepada peserta dari berbagai latar belakang.
Cabang sumpit menjadi daya tarik tersendiri. Tidak sedikit peserta yang baru pertama kali mencoba olahraga khas masyarakat Dayak tersebut. Di tengah dominasi olahraga modern, kehadiran sumpit dalam agenda Bhayangkara Cup memberikan warna berbeda sekaligus memperlihatkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat dalam berbagai kegiatan publik.
Sementara itu, cabang menembak berlangsung kompetitif dengan melibatkan peserta dari berbagai instansi. Ketepatan, fokus, dan konsistensi menjadi faktor utama yang menentukan hasil pertandingan.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kali ini tidak hanya menghadirkan persaingan olahraga, tetapi juga mempertemukan berbagai elemen daerah dalam suasana yang lebih santai dan akrab. Di luar arena pertandingan, peserta tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat komunikasi dan jejaring antarlembaga. (AK)





