PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

HUKUM KEAMANAN DAN PERISTIWA LOKAL

Mess Karyawan PT MGM di Karau Kuala Ludes Dilalap Api, Dugaan Korsleting Listrik Menguat

Bagikan Berita

BUNTOK, PRADANAMEDIA – Kebakaran kembali menjadi ancaman serius bagi bangunan berbahan kayu di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah. Kali ini, sebuah mess karyawan milik PT Marunda Graha Mineral (MGM) di Desa Selat Baru, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, hangus dilalap si jago merah pada Sabtu (13/6/2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.25 WIB itu menghanguskan satu unit mess berukuran kurang lebih 10 x 20 meter yang berisi enam kamar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena seluruh penghuni sedang berada di lokasi kerja masing-masing saat kebakaran terjadi.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api pertama kali diketahui oleh Putra Wardana, petugas housekeeping PT MGM yang saat itu tengah membersihkan area belakang mess. Ia mengaku mendengar suara menyerupai ledakan sebelum melihat kepulan asap disertai kobaran api keluar dari ventilasi kamar mandi salah satu kamar di Mess 3.

Menyadari adanya kebakaran, Putra segera berteriak meminta pertolongan. Sejumlah karyawan yang berada di sekitar lokasi langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan sumber air dari tandon serta instalasi pengolahan air yang berada tidak jauh dari bangunan tersebut.

Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian mess. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan mengancam seluruh bangunan.

Alarm darurat perusahaan yang berbunyi kemudian mengundang perhatian para karyawan dan manajemen yang sedang bekerja di kantor. Mereka bergegas menuju lokasi dan ikut melakukan upaya pemadaman secara swadaya.

Salah seorang penghuni mess, Bayu Eka Pristianto, mengungkapkan bahwa saat kejadian seluruh peralatan listrik di kamarnya, termasuk lampu dan pendingin ruangan, dalam kondisi tidak digunakan. Keterangan serupa juga disampaikan penghuni lainnya, Welly Grampass.

Sementara itu, Manajer PT MGM, Hendro, menduga sumber api berasal dari instalasi listrik lama yang terdapat di bangunan tersebut. Menurutnya, konstruksi mess yang sudah berusia cukup lama serta kondisi kabel yang tidak tertata dengan baik berpotensi memicu hubungan arus pendek.

“Dari pengamatan awal, bangunan ini memang sudah lama dan instalasi kabelnya tidak beraturan. Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik,” ujarnya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB setelah hampir setengah jam upaya pemadaman dilakukan oleh para karyawan.Petugas kepolisian dari Polsek Karau Kuala yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, mengamankan area, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil pendataan sementara, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp200 juta. Adapun titik awal kebakaran diduga berasal dari kamar nomor 3.3 yang diketahui telah kosong lebih dari sepekan karena penghuninya sedang menjalankan tugas dinas ke luar daerah.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari instalasi kabel lama di dalam bangunan tersebut.

(AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *