Ribuan Motor Listrik MBG Masih Tersimpan di Gudang Bogor, Nilai Pengadaan Capai Triliunan Rupiah

Bogor, Pradanamedia – Ribuan motor listrik yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih tersimpan di kawasan pergudangan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jumlah kendaraan yang berada di lokasi tersebut mencapai 21.801 unit dengan nilai pengadaan diperkirakan mencapai Rp1,39 triliun.
Deretan motor listrik berwarna biru tampak memenuhi area gudang. Kendaraan tersebut terdiri dari beberapa tipe, termasuk model skuter dan trail yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung operasional layanan distribusi program MBG di berbagai daerah.
Keberadaan puluhan ribu unit motor listrik itu menjadi perhatian setelah proses pengadaannya masuk dalam penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum. Sejumlah aspek pengadaan tengah ditelusuri, termasuk mekanisme pembelian, spesifikasi kendaraan, serta penggunaan anggaran yang dialokasikan.
Dari target sekitar 25 ribu unit kendaraan yang direncanakan, lebih dari 21 ribu unit disebut telah tersedia. Namun hingga kini sebagian besar kendaraan masih berada di lokasi penyimpanan dan belum terlihat didistribusikan secara luas ke daerah-daerah yang menjadi sasaran program.
Pantauan di kawasan gudang menunjukkan kendaraan tersusun rapi dalam jumlah besar. Beberapa unit masih dalam kondisi baru dan belum digunakan. Area penyimpanan juga terlihat dipadati kendaraan yang ditempatkan dalam beberapa blok pergudangan.
Motor listrik tersebut sebelumnya dirancang sebagai kendaraan operasional untuk mendukung mobilitas layanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah, termasuk daerah yang memiliki tantangan akses transportasi.
Sementara itu, proses penyelidikan terkait pengadaan kendaraan masih berlangsung. Aparat penegak hukum terus mengumpulkan keterangan dan dokumen yang berkaitan dengan proyek tersebut guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan pengadaan.
Keberadaan ribuan motor listrik bernilai triliunan rupiah yang masih tersimpan di gudang kini menjadi salah satu perhatian dalam perkembangan program MBG, terutama terkait pemanfaatan aset yang telah tersedia dan kesiapan distribusinya ke lapangan. (AK)






