PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI NASIONAL

Harga Pertamax Naik, Potensi Peralihan ke Pertalite Mulai Jadi Sorotan

Bagikan Berita

Jakarta, Pradanamedia – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai memunculkan potensi pergeseran pola konsumsi masyarakat. Sejumlah pengguna Pertamax diperkirakan akan mempertimbangkan beralih ke Pertalite yang masih mendapatkan subsidi pemerintah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui kemungkinan tersebut dapat terjadi seiring meningkatnya selisih harga antara Pertamax dan Pertalite. Namun, pemerintah menilai perpindahan konsumen tidak akan berlangsung secara menyeluruh.

Menurut Purbaya, hingga saat ini pemerintah belum melakukan perhitungan rinci mengenai dampak peralihan konsumsi tersebut terhadap beban subsidi energi. Meski demikian, ia memperkirakan hanya sebagian pengguna Pertamax yang akan memilih beralih ke Pertalite, sementara sebagian lainnya tetap menggunakan BBM dengan kualitas yang sama seperti sebelumnya.

“Sebagian mungkin pindah, tetapi tidak semuanya,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada media.

Kenaikan harga Pertamax sendiri terjadi di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Kondisi ini membuat selisih harga antara Pertamax dan Pertalite semakin lebar, sehingga memunculkan pertimbangan ekonomi bagi sebagian pengguna kendaraan.

Di sejumlah daerah, antrean kendaraan di SPBU juga mulai menunjukkan peningkatan, terutama pada jalur pengisian BBM bersubsidi. Meski demikian, belum terdapat data resmi yang menunjukkan besarnya pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite setelah penyesuaian harga tersebut.

Pemerintah saat ini masih memantau perkembangan konsumsi BBM di lapangan guna melihat dampak perubahan harga terhadap pola penggunaan energi masyarakat. Selain itu, evaluasi juga dilakukan untuk memastikan distribusi dan ketersediaan BBM tetap terjaga apabila terjadi peningkatan permintaan pada jenis bahan bakar tertentu.

Perubahan perilaku konsumen akibat selisih harga BBM menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan dalam pengelolaan subsidi energi ke depan, terutama jika tren peralihan penggunaan bahan bakar terus meningkat dalam beberapa waktu mendatang. (red)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *