PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI LOKAL

BBM Diserbu, Antrean SPBU di Palangka Raya Mengular: Pertamina Tambah Distribusi dan Minta Warga Tak Panic Buying

Bagikan Berita

Palangka Raya, Pradanamedia – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya mulai menjadi pemandangan rutin dalam beberapa hari terakhir. Mobil pribadi, pikap, truk angkutan hingga sepeda motor terlihat mengular sejak pagi sampai malam, terutama pada jalur pengisian BBM jenis Pertamax dan Dexlite.

Kepadatan paling terasa di SPBU jalur utama dalam kota. Antrean kendaraan bahkan sempat meluber hingga badan jalan dan memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi pengisian. Situasi tersebut muncul di tengah meningkatnya konsumsi BBM nonsubsidi setelah kenaikan harga energi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Perubahan pola konsumsi masyarakat dan pelaku usaha mulai terlihat jelas di lapangan. Selisih harga BBM yang semakin lebar membuat sebagian pengguna kendaraan berburu jenis bahan bakar yang dianggap lebih ekonomis untuk menekan biaya operasional harian.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada kendaraan pribadi. Antrean juga didominasi kendaraan niaga dan angkutan logistik, menandakan tekanan ekonomi mulai merambah rantai distribusi barang dan aktivitas usaha kecil di daerah.

Di tengah meningkatnya antrean, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok BBM untuk wilayah Palangka Raya dan sekitarnya masih tersedia. Perusahaan menyebut kepadatan di SPBU lebih dipicu lonjakan konsumsi dalam waktu bersamaan, bukan akibat kelangkaan pasokan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan Pertamina saat ini melakukan pengaturan distribusi secara berkala dari Fuel Terminal Pulang Pisau guna menjaga pemerataan stok di seluruh SPBU wilayah Palangka Raya.

Menurutnya, meningkatnya permintaan dalam waktu singkat membuat manajemen distribusi harus dilakukan lebih intensif. Apalagi proses penyaluran dari fuel terminal ke SPBU, termasuk tahapan bongkar muat, memerlukan waktu ketika terjadi tambahan permintaan mendadak dari lapangan.

Untuk SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi, Pertamina disebut langsung menyesuaikan jadwal pengiriman tambahan agar pasokan tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selain menambah distribusi, Pertamina juga memperpanjang pengawasan lapangan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan, hingga kepolisian untuk membantu pengaturan antrean agar tidak semakin mengganggu arus kendaraan di sekitar SPBU.

Situasi ini memperlihatkan bagaimana kenaikan biaya energi mulai memberi tekanan langsung terhadap pola belanja masyarakat. SPBU kini bukan sekadar tempat pengisian bahan bakar, tetapi menjadi titik yang memperlihatkan perubahan daya beli dan strategi bertahan pelaku usaha menghadapi biaya operasional yang terus meningkat.

Di tengah isu panic buying yang mulai beredar, Pertamina meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Perusahaan menilai distribusi masih berjalan normal dan stok BBM untuk Kalimantan Tengah tetap dalam kondisi aman.

Pertamina juga mengajak masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan lebih merata di tengah tingginya konsumsi energi dalam beberapa hari terakhir. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *