PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

EKONOMI LOKAL

Harga Cabai Melejit, Beras Ikut Naik—Dapur Warga Kalteng Kian Tercekik

Bagikan Berita

Palangka Raya, Pradanamedia – Kenaikan harga cabai dan beras bukan sekadar angka di laporan statistik. Di Kalimantan Tengah, lonjakan dua komoditas ini langsung menghantam dapur warga dan mempertegas tekanan inflasi yang terus merayap.

Data terbaru menunjukkan, cabai rawit dan beras menjadi pemicu utama inflasi daerah. Keduanya kompak naik di saat yang sama—kombinasi yang sulit dihindari dampaknya karena merupakan kebutuhan harian hampir semua rumah tangga. Saat harga cabai melonjak tajam dan beras ikut terkerek, pilihan warga makin sempit: mengurangi konsumsi atau merogoh kocek lebih dalam.

Kenaikan ini tak berdiri sendiri. Pasokan yang tersendat dan distribusi yang belum stabil memperparah kondisi. Di sisi lain, pola konsumsi masyarakat yang meningkat pada periode tertentu justru bertemu dengan stok yang belum siap, membuat harga makin tak terkendali di pasaran.

Yang terasa paling nyata adalah tekanan di tingkat bawah. Pedagang kecil mulai mengeluh karena daya beli menurun, sementara pembeli mengaku harus memutar otak agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi. Cabai yang dulu jadi pelengkap kini mulai “disiasati”, bahkan tak jarang dikurangi. Beras pun tak luput dari penyesuaian—baik dari sisi kualitas maupun jumlah pembelian.

Situasi ini mengindikasikan satu hal: inflasi di Kalteng masih sangat rentan terhadap gejolak pangan. Ketika dua komoditas dasar seperti cabai dan beras bergerak naik bersamaan, efeknya langsung terasa luas dan cepat.

Upaya pengendalian memang kerap digaungkan, namun di lapangan, harga tetap berlari lebih cepat. Tanpa langkah konkret yang menyentuh distribusi dan ketersediaan barang, lonjakan seperti ini berpotensi terus berulang—dan lagi-lagi, masyarakat kecil yang menanggung beban terbesarnya. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *